Jateng

Es Dawet Siwalan: Sensasi Dawet yang Tak Terlupakan dengan Buah Lontar yang Manis dan Gurih, Ternyata Lebih Enak Lho dari Dawet Ayu! COBAIN AJA

Theo Adi Pratama | 10 Mei 2024, 15:57 WIB
Es Dawet Siwalan: Sensasi Dawet yang Tak Terlupakan dengan Buah Lontar yang Manis dan Gurih, Ternyata Lebih Enak Lho dari Dawet Ayu! COBAIN AJA

JATENG.AKURAT.CO, Es dawet, minuman khas Nusantara yang menyegarkan, telah lama menjadi favorit bagi pecinta kuliner.

Namun, di balik popularitas es dawet ayu yang biasa kita nikmati, terselip varian lain yang tak kalah menarik, yakni es dawet siwalan.

Mari kita eksplor lebih jauh tentang keunikan dan sejarah di balik minuman ini.

Baca Juga: Serem? Enggak! Kereta Api Uap Jaladara Solo Tawarkan Nostalgia Kota Solo Tempoe Doeloe, Berikut Jadwal Terbaru Bulan Juni 2024

Dawet Ayu vs. Dawet Siwalan: Perbedaan Isian dan Sensasi Rasa

Dawet ayu, yang telah menjadi ikon es dawet dengan cendol hijau sebagai isian utamanya, memadukan kelembutan cendol dengan kuah santan, saus gula merah, potongan buah nangka, durian, dan es batu.

Rasanya yang lembut dan khas membuatnya selalu dinantikan.

Sementara itu, dawet siwalan menghadirkan alternatif yang segar dengan menggunakan potongan buah siwalan, santan, dan gula jawa.

Buah siwalan, yang berasal dari pohon siwalan atau lontar, memberikan sentuhan manis yang kaya nutrisi.

Potongan buahnya yang mirip nata de coco memberikan sensasi unik dalam setiap tegukan.

Baca Juga: Jangan Asal Nyebut Dengkulmu, Matamu, Cangkemmu Secara Sembarangan! Ini Alasannya, Bisa-bisa Dianggap Gak Sopan!

Sejarah Dawet: Dari Desa Jabung hingga Popularitas Internasional

Dawet memiliki sejarah panjang yang mengakar dalam budaya Nusantara.

Awalnya berasal dari Desa Jabung, Kota Ponorogo, dawet telah disebutkan dalam prasasti Taji Ponorogo pada abad ke-10.

Namun, popularitasnya melejit pada abad ke-15 di masa pemerintahan Bathoro Katong, bupati Ponorogo saat itu.

Ketika diperkenalkan ke Kesultanan Demak, dawet mendapat tempat di hati Raden Fatah, kakak Bathoro Katong.

Bahkan, Rasulullah SAW dikabarkan memiliki warna favorit hijau, yang kemudian diadopsi sebagai warna dawet.

Legenda mencatat bahwa pasukan Kesultanan Demak diberi dawet hijau untuk meningkatkan semangat perang mereka saat menyerang Portugis di Melaka, sehingga dawet pun dikenal di berbagai daerah, termasuk Malaysia, Singapura, Riau, dan Thailand Selatan.

Baca Juga: JATIM PUNYA HARTA KARUN TERSEMBUNYI! 4 Upacara Adat Unik di Jawa Timur Ini Memang Wajib Harus Kamu Saksikan Minimal Sekali Seumur Hidup

Evolusi Dawet: Dawet Siwalan dan Kelezatan Lamongan

Di Kota Lamongan, evolusi dawet terus berlanjut dengan diperkenalkannya dawet siwalan.

Penggunaan buah siwalan sebagai isian utama telah mengubah panorama minuman lokal, menjadikannya pilihan yang sangat populer di daerah tersebut.

Es dawet, dengan segala varian dan sejarahnya, mengajarkan kita bahwa kelezatan tradisional bisa terus berkembang dengan inovasi.

Dari dawet ayu yang ikonik hingga dawet siwalan yang segar, minuman ini tetap mempertahankan tempat istimewanya dalam keseharian kita.

Ayo nikmati kelezatan dawet dalam beragam varian dan rasakan kenikmatan budaya yang tersembunyi dalam setiap tegukan!***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.