Es Dawet Siwalan: Sensasi Dawet yang Tak Terlupakan dengan Buah Lontar yang Manis dan Gurih, Ternyata Lebih Enak Lho dari Dawet Ayu! COBAIN AJA

JATENG.AKURAT.CO, Es dawet, minuman khas Nusantara yang menyegarkan, telah lama menjadi favorit bagi pecinta kuliner.
Namun, di balik popularitas es dawet ayu yang biasa kita nikmati, terselip varian lain yang tak kalah menarik, yakni es dawet siwalan.
Mari kita eksplor lebih jauh tentang keunikan dan sejarah di balik minuman ini.
Dawet Ayu vs. Dawet Siwalan: Perbedaan Isian dan Sensasi Rasa
Dawet ayu, yang telah menjadi ikon es dawet dengan cendol hijau sebagai isian utamanya, memadukan kelembutan cendol dengan kuah santan, saus gula merah, potongan buah nangka, durian, dan es batu.
Rasanya yang lembut dan khas membuatnya selalu dinantikan.
Sementara itu, dawet siwalan menghadirkan alternatif yang segar dengan menggunakan potongan buah siwalan, santan, dan gula jawa.
Buah siwalan, yang berasal dari pohon siwalan atau lontar, memberikan sentuhan manis yang kaya nutrisi.
Potongan buahnya yang mirip nata de coco memberikan sensasi unik dalam setiap tegukan.
Sejarah Dawet: Dari Desa Jabung hingga Popularitas Internasional
Dawet memiliki sejarah panjang yang mengakar dalam budaya Nusantara.
Awalnya berasal dari Desa Jabung, Kota Ponorogo, dawet telah disebutkan dalam prasasti Taji Ponorogo pada abad ke-10.
Namun, popularitasnya melejit pada abad ke-15 di masa pemerintahan Bathoro Katong, bupati Ponorogo saat itu.
Ketika diperkenalkan ke Kesultanan Demak, dawet mendapat tempat di hati Raden Fatah, kakak Bathoro Katong.
Bahkan, Rasulullah SAW dikabarkan memiliki warna favorit hijau, yang kemudian diadopsi sebagai warna dawet.
Legenda mencatat bahwa pasukan Kesultanan Demak diberi dawet hijau untuk meningkatkan semangat perang mereka saat menyerang Portugis di Melaka, sehingga dawet pun dikenal di berbagai daerah, termasuk Malaysia, Singapura, Riau, dan Thailand Selatan.
Evolusi Dawet: Dawet Siwalan dan Kelezatan Lamongan
Di Kota Lamongan, evolusi dawet terus berlanjut dengan diperkenalkannya dawet siwalan.
Penggunaan buah siwalan sebagai isian utama telah mengubah panorama minuman lokal, menjadikannya pilihan yang sangat populer di daerah tersebut.
Es dawet, dengan segala varian dan sejarahnya, mengajarkan kita bahwa kelezatan tradisional bisa terus berkembang dengan inovasi.
Dari dawet ayu yang ikonik hingga dawet siwalan yang segar, minuman ini tetap mempertahankan tempat istimewanya dalam keseharian kita.
Ayo nikmati kelezatan dawet dalam beragam varian dan rasakan kenikmatan budaya yang tersembunyi dalam setiap tegukan!***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



