Jangan Asal Nyebut Dengkulmu, Matamu, Cangkemmu Secara Sembarangan! Ini Alasannya, Bisa-bisa Dianggap Gak Sopan!

JATENG.AKURAT.CO, Dalam bahasa Jawa, terdapat sebuah cara unik untuk memaki seseorang yang menggunakan sufiks atau imbuhan akhir posesif -mu, yang secara harafiah berarti 'milikmu'.
Namun, dalam konteks semantis, kata-kata ini sering kali dianggap sebagai makian, atau kata-kata kasar yang digunakan untuk menyindir atau menghina orang lain.
Sama seperti dalam bahasa Indonesia, menggunakan kata-kata ini dengan tujuan memaki seseorang memang tidak pantas dan bisa menyinggung perasaan.
Beberapa contoh kata yang menggunakan sufiks -mu dan dianggap sebagai makian dalam bahasa Jawa antara lain:
Matamu: secara harafiah berarti 'mata Anda', tetapi digunakan dalam konteks makian.
Cangkemmu: 'mulutmu'.
Dhengkulmu: 'lututmu'.
Endhasmu: 'kepalamu'.
Gundhulmu: 'kepalamu yang botak'.
Lambému: 'bibirmu'.
Raimu: 'mukamu'.
Utegmu: 'otakmu'.
Penting untuk diingat bahwa menggunakan kata-kata ini sebagai makian tidaklah sopan, dan sebaiknya dihindari dalam komunikasi sehari-hari.
Bahkan, dalam budaya Jawa, mengucapkan kata-kata kasar bisa dianggap sebagai tindakan yang tidak pantas dan tidak menghormati.
Selain itu, penting juga untuk memahami bahwa dalam interaksi dengan orang Jawa, terutama yang berasal dari Jawa Tengah seperti Daerah Istimewa Yogyakarta atau Surakarta, ada hal-hal tertentu yang perlu diwaspadai.
Orang Jawa bagian tengah cenderung memiliki pola komunikasi pasif-agresif, di mana mereka mungkin terlihat memuji atau menghormati, padahal sebenarnya mereka sedang memaki atau mengejek.
Sebagai contoh, penggunaan frasa krama inggil seperti "mripatipun panjenengan" (mata Anda) atau "lathi panjenengan" (bibir Anda) bisa jadi sebenarnya merupakan sindiran atau makian yang tersamar.
Dalam budaya dan bahasa Jawa, penggunaan sufiks posesif kata ganti orang kedua dengan anggota tubuh seringkali dimaksudkan sebagai makian, terutama jika digunakan dalam ragam ngoko dengan nada tertentu.
Oleh karena itu, sebaiknya kita berhati-hati dalam menggunakan kata-kata ini dalam interaksi sehari-hari, dan selalu memperhatikan etika dan norma-norma sosial yang berlaku.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



