Jateng

Sebuah Kisah dan Perjalanan Kuliner Nusantara: Wedang Dongo, Nikmatnya Kelezatan Tradisional Kota Solo

Theo Adi Pratama | 31 Januari 2024, 12:04 WIB
Sebuah Kisah dan Perjalanan Kuliner Nusantara: Wedang Dongo, Nikmatnya Kelezatan Tradisional Kota Solo

AKURAT.CO Kuliner, Solo, sebuah kota yang membanggakan sejarah panjang dan kekayaan budaya, tidak hanya menawarkan pesona warisan bersejarahnya, tetapi juga menggoda selera dengan aneka kuliner yang khas.

Salah satu yang patut mendapat sorotan adalah "Wedang Dongo," sebuah minuman hangat yang tidak hanya menyediakan kehangatan di malam hari, tetapi juga menggoda lidah dengan citarasa tradisional yang unik.

Baca Juga: Hadirkan Keberuntungan di Tahun Naga Kayu, Hotel Ciputra Semarang Hadirkan Promo Spesial Kuliner Imlek

Asal-usul dan Perjalanan Wedang Dongo

Wedang Dongo berasal dari Solo dan pada awalnya hanya dinikmati oleh keluarga kerajaan.

Namun, seiring berjalannya waktu, minuman hangat ini menyebar ke berbagai lapisan masyarakat.

Warung Wedang Dongo yang telah berdiri sejak 1955 adalah salah satu yang legendaris di Solo, menjadi saksi perjalanan panjang minuman ini.

Sejak itu, Wedang Dongo menjadi favorit di kota ini.

Ciri Khas Wedang Dongo

Keistimewaan Wedang Dongo terletak pada ciri khasnya yang membedakannya dari minuman serupa, seperti Wedang Ronde.

Dalam satu sajian Wedang Dongo, Anda akan menemukan campuran kacang, kolang-kaling, dan bola ketan yang berisi kacang yang dihancurkan halus.

Keunikan rasanya terletak pada kuah cokelat yang kental dan rasa jahe yang lebih kuat dibandingkan dengan saudaranya.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Menelusuri Kue Tradisional Jawa yang Hampir Punah, Kelezatan yang Nyaris Terlupakan

Perbedaan mencolok juga terdapat pada isian Wedang Dongo; ukuran bola ketan lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak daripada yang terdapat dalam Wedang Ronde.

Penggunaan roti tawar, yang umumnya ditemui dalam Wedang Ronde, tidak ada dalam hidangan Wedang Dongo.

Kenikmatan yang Merakyat

Meskipun pada awalnya menjadi minuman eksklusif keluarga kerajaan, Wedang Dongo kini telah menjadi minuman yang merakyat.

Minuman ini sering dihidangkan dalam upacara keagamaan di Solo, seperti sebelum perayaan Imlek di mana Wedang Dongo menjadi sajian khusus.

Harga segelas Wedang Dongo bervariasi antara Rp10.000 hingga Rp15.000, tergantung pada penjualnya.

Meskipun begitu, setiap rupiah yang dikeluarkan untuk menikmati kelezatan minuman ini seolah menjadi investasi yang sepadan dengan kenikmatan cita rasanya.

Baca Juga: Sejarah Kuliner Nusantara: Odading, Lezatnya Variasi Roti Goreng dari Berbagai Daerah

Wedang Dongo tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan kuliner Solo, tetapi juga menjadi pilihan yang tepat untuk menemani malam yang dingin atau sebagai bagian dari tradisi dan upacara keagamaan di kota ini.

Dengan cita rasa yang khas dan kehangatan yang memeluk, Wedang Dongo tetap memikat hati dan lidah siapapun yang mencicipinya.

Sebuah warisan kuliner yang tak boleh terlewatkan di perjalanan kuliner Anda di Kota Solo.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.