Jateng

Misteri yang Menyelimuti Jalan Raya Tjampuhan: Kisah Mistis di Tengah Keindahan Alam yang Memukau

Theo Adi Pratama | 30 Januari 2024, 09:00 WIB
Misteri yang Menyelimuti Jalan Raya Tjampuhan: Kisah Mistis di Tengah Keindahan Alam yang Memukau

AKURAT.CO Misteri, Bali, pulau dewata yang terkenal dengan keindahan alamnya, juga menyimpan kisah-kisah mistis yang mengguncang hati.

Salah satu kisah misteri yang tak terlupakan terjadi di Ubud, tepatnya di Jalan Raya Tjampuhan.

Jalan ini, selalu diselimuti kegelapan karena rimbunnya pepohonan di atasnya, menghadirkan nuansa yang sangat angker.

Namun, yang membuat kesan mistisnya benar-benar kental adalah keberadaan setra (kuburan) yang terletak tepat di atas Jalan Raya Tjampuhan.

Baca Juga: Misteri Sumur Kawak: Keunikan di Tengah Jalan Dukuh Taraman

Di daerah Tjampuhan ini, seringkali terjadi peristiwa-peristiwa yang tidak wajar dan masih menjadi misteri hingga saat ini.

Jalan Raya Tjampuhan memiliki sebuah jembatan gantung yang sangat terkenal, namun, dalam kisah ini, kita akan berfokus pada satu-satunya sekolah yang berada di daerah tersebut, yang menjadi titik awal kisah ini.

Sebut saja namanya Dewi, seorang murid SMK yang bersekolah di sekolah itu.

Kehidupannya terasa biasa-biasa saja, seperti kebanyakan remaja lainnya.

Baca Juga: Misteri Hantu Wewe Gombel: Figur Folklor yang Memikat dalam Masyarakat Indonesia

Namun, suatu hari, kematian menjemputnya dalam keadaan yang sangat tidak biasa.

Pada hari itu, saat Dewi pergi ke sekolah seperti biasa dengan sepeda motornya, dia melewati Jalan Raya Tjampuhan dengan santai.

Namun, tiba-tiba, kecelakaan mengerikan terjadi. Tanpa peringatan, sebuah mobil yang hendak dia lewati membuka pintunya secara otomatis.

Dewi terpental dan jatuh dari sepedanya, dan tanpa disadari, dia ditabrak oleh kendaraan yang melintas.

Baca Juga: Mengungkap Misteri Ajian Pancasona atau Rawa Rontek: Fakta atau Mitos?

Tubuhnya yang sudah tidak mampu bergerak dikerumuni oleh masa dan dilarikan ke Rumah Sakit.

Di Bali, terdapat kepercayaan bahwa jika seseorang meninggal tanpa mendapatkan upacara pemakaman yang sesuai, atau jika kematian tersebut tidak wajar, arwahnya akan tetap berada di tempat terakhir dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Setelah beberapa hari berlalu sejak kejadian tragis itu, masyarakat Ubud mengadakan upacara Ngiring.

Upacara ini bertujuan untuk menghantarkan para Dewa-Dewi dari satu Pura ke Pura lain.

Baca Juga: Sejarah dan Misteri Makam Ragasemangsang di Purwokerto: Tempat Penuh Kesakralan

Selama upacara Ngiring, yang menuju ke Pura yang terletak tepat di bawah jembatan, ada kabar yang muncul bahwa Dewi ikut hadir dalam upacara tersebut.

Dia terlihat duduk sendirian dengan pakaian adat berwarna putih di tempat di mana kejadian mengerikan itu terjadi.

Orang-orang yang melihatnya terdiam, tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dalam perjalanan itu, Dewi bahkan bertemu dengan Ibunya.

Ibunya, dengan nada sedih, bertanya mengapa Dewi duduk sendirian. Ibu Dewi yang penuh kesedihan menjawab bahwa Dewi telah meninggal.

Orang lain pun berkomentar bahwa Dewi tampak sakit dan wajahnya pucat.

Dengan wajah yang penuh kesedihan dan air mata, Ibu Dewi akhirnya menjelaskan bahwa Dewi telah pergi selamanya.

Ibu lain yang melihat kebingungan itu kemudian membawa Ibu Dewi ke tempat terakhir kali dia melihat Dewi.

Namun, kenyataan yang menyakitkan adalah bahwa Dewi sudah tidak ada lagi di sana.

Kejadian ini menggegerkan masyarakat Ubud, dan setiap orang selalu memberi salam saat melewati tempat itu sebagai tanda penghormatan kepada arwah Dewi.

Kisah ini menjadi salah satu cerita misteri yang akan terus dikenang di Bali, mengingatkan kita bahwa alam dan dunia mistis terkadang lebih kompleks daripada yang dapat kita pahami.

Bali, dengan segala kecantikan alamnya, juga menyimpan cerita-cerita misteri yang membawa kita lebih dekat pada keajaiban dan keanehan kehidupan di pulau ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.