Jateng

3 Bekas Hotel di Jantung Kota Semarang: Jejak Sejarah Kelam Bangunan Kuno yang Penuh Mistis, Salah satunya Hotel Siranda

Theo Adi Pratama | 29 November 2023, 14:55 WIB
3 Bekas Hotel di Jantung Kota Semarang: Jejak Sejarah Kelam Bangunan Kuno yang Penuh Mistis, Salah satunya Hotel Siranda

AKURAT.CO Misteri, Kota Semarang, sebagai Ibu Kota Jawa Tengah, bukan hanya dikenal sebagai pusat kegiatan perkotaan yang ramai dan berkembang pesat, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang menarik.

Dalam gemerlapnya, banyak hotel bermunculan, menyajikan kenyamanan bagi para pengunjung.

Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa hotel yang dulu begitu terkenal, kini tinggal kenangan dan menjadi saksi bisu sejarah kelam.

Inilah kisah tiga bekas hotel di Kota Semarang yang berubah menjadi tempat angker dan menyeramkan.

Baca Juga: Hotel Siranda Semarang: Jejak Gemerlap Bangunan Mewah yang Sudah Terbengkalai di Pusat Kota

Hotel Siranda: Kisah Tragis di Pusat Kota Semarang

Hotel Siranda, yang terletak di pusat Kota Semarang, dekat Simpang Lima, dulunya menjadi salah satu ikon gemerlap pada era 1980-an.

Namun, hotel yang berdiri megah di Jalan Diponegoro ini sudah tidak beroperasi sejak sekitar tahun 90-an.

Kabar mengenai berbagai penyebab kebangkrutan menyebar, termasuk kasus bunuh diri seorang wanita cantik di salah satu kamarnya.

Isu-isu ini membuat hotel ditinggalkan dan terbengkalai, menciptakan aura angker.

Arwah wanita yang bunuh diri dikabarkan masih menghantui, menakuti tamu yang berani menginap.

Hotel Siranda, yang kini sering dijuluki sebagai tempat sarang kuntilanak dan pocong, menjadi simbol horor di kota ini.

Baca Juga: Sinopsis Malam Para Jahanam: Teror Mistis dan Pembalasan Roh Jahat, Tayang di Layar Lebar pada 7 Desember 2023

Hotel Sky Garden: Terpaku dalam Keangkeran di Puncak Gombel

Hotel Sky Garden, berlokasi di kawasan Gombel, pernah menjadi tempat menginap favorit berkat lokasinya yang berada di atas bukit.

Namun, pada tahun 1982, pemilik hotel tiba-tiba menutup operasionalnya tanpa alasan yang jelas.

Bertahun-tahun mangkrak, bangunan ini menjadi salah satu spot angker di Gombel, terutama karena dikelilingi oleh hutan kota yang lebat.

Penampakan kuntilanak, genderuwo, pocong, dan wewe gombel sering dilaporkan oleh warga sekitar.

Keangkeran bekas hotel ini bahkan menarik perhatian stasiun televisi sebagai tema liputan tempat angker.

Baca Juga: Melacak Jejak Sejarah Bangunan Benteng Willem I Ambarawa serta Misteri Adanya Kerajaan Lelembut

Hotel Dibya Puri: Keindahan yang Terlupakan di Pasar Johar

Hotel Dibya Puri, dengan bangunan kuno peninggalan Belanda yang megah dan elegan, pernah menjadi tempat menginap favorit di tahun 1847.

Pujian atas keindahan bangunan ini tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari tokoh sejarah Indonesia, seperti RA Kartini.

Namun, pada tahun 2008, kejayaan hotel ini terhenti akibat persaingan dengan hotel-hotel baru.

Kini, setelah dibiarkan kosong, hotel ini menjadi saksi bisu kejadian-kejadian seram.

Warga yang lewat pada malam hari atau penjaga bangunan sering melaporkan penampakan makhluk tak kasat mata di dalam dan di sekitar bangunan.

Konon, ada satu kamar di dalamnya yang dilarang dibuka, menyimpan misteri yang tidak terungkap hingga kini.

Baca Juga: Xiaomi 14 Series: Antara Tanda-Tanda Masuk Indonesia dan Fitur Unggulan, Salah Satunya HyperOS

Bangunan-bangunan ini, yang dulunya menyimpan sejarah gemerlap, kini menjadi saksi bisu masa lalu yang kelam.

Meskipun terbengkalai dan dihantui oleh kisah-kisah misteri, potensi revitalisasi masih terkandung di dalamnya.

Semoga, dengan upaya yang tepat, bangunan-bangunan bersejarah ini dapat diberikan perhatian yang layak dan dihidupkan kembali sebagai bagian berharga dari warisan budaya Kota Semarang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.