Jateng

Kalender Jawa Sepekan, 18-24 September 2026: Dari Jumat Pon hingga Kamis Wage, Cek Rekomendasi Aktivitasnya

Theo Adi Pratama | 18 September 2026, 16:52 WIB
Kalender Jawa Sepekan, 18-24 September 2026: Dari Jumat Pon hingga Kamis Wage, Cek Rekomendasi Aktivitasnya
Kalender September 2026. - Kemenag

JATENG.AKURAT.CO, Memasuki pekan ketiga bulan September 2026, sebagian masyarakat Jawa kembali menjadikan kalender Jawa sebagai pedoman dalam menentukan waktu untuk berbagai kegiatan penting.

Pekan ini, tanggal 18 hingga 24 September 2026, berada dalam bulan Bakda Mulud 1960 pada penanggalan Jawa, atau bertepatan dengan Rabiul Akhir 1448 H dalam kalender Hijriah.

Periode ini mencakup dua wuku yang berbeda, yaitu Wuku Prangbakat pada awal pekan dan Wuku Bala pada pertengahan hingga akhir pekan.

Setiap tanggal memiliki weton, neptu, serta karakteristik tersendiri yang dapat menjadi pertimbangan sebelum memulai aktivitas penting seperti hajatan, pindah rumah, membuka usaha, atau bepergian jauh.

Bagi Anda yang masih menjunjung tradisi leluhur, berikut adalah rangkuman lengkap kalender Jawa untuk pekan ini, lengkap dengan weton, neptu, dan rekomendasi aktivitas berdasarkan Primbon Jawa.

Weton dan Neptu 18-24 September 2026

Berikut adalah daftar weton, pasaran, dan neptu untuk periode 18 hingga 24 September 2026 berdasarkan kalender Jawa resmi Kementerian Agama dan sumber terpercaya lainnya:

Tanggal

Hari

Pasaran

Weton

Neptu

Tanggal Jawa

18 September 2026

Jumat

Pon

Jumat Pon

13

5 Bakda Mulud 1960

19 September 2026

Sabtu

Wage

Sabtu Wage

13

6 Bakda Mulud 1960

20 September 2026

Minggu

Kliwon

Minggu Kliwon

13

7 Bakda Mulud 1960

21 September 2026

Senin

Legi

Senin Legi

9

8 Bakda Mulud 1960

22 September 2026

Selasa

Pahing

Selasa Pahing

12

9 Bakda Mulud 1960

23 September 2026

Rabu

Pon

Rabu Pon

14

10 Bakda Mulud 1960

24 September 2026

Kamis

Wage

Kamis Wage

12

11 Bakda Mulud 1960

Hari Baik untuk Hajatan dan Aktivitas Penting

Menurut perhitungan Primbon Jawa, beberapa tanggal di pekan ini masuk dalam kategori hari baik untuk menggelar hajatan besar maupun memulai aktivitas penting:

  • 21 September 2026 (Senin Legi, Neptu 9): Dalam tradisi Bali, hari ini disebut sebagai Baik (Ratu) , yang berarti cocok untuk memulai kegiatan penting. Meskipun neptunya kecil, energi Ratu diyakini membawa keberkahan tersendiri.

  • 22 September 2026 (Selasa Pahing, Neptu 12): Hari ini disebut sebagai Baik (Guru) dalam penanggalan Bali, menjadikannya waktu yang tepat untuk memulai usaha, memimpin rapat, atau mengambil keputusan besar.

  • 23 September 2026 (Rabu Pon, Neptu 14): Menurut sumber yang sama, hari ini juga termasuk Baik (Ratu) . Dengan neptu 14 yang tergolong besar, hari ini sangat direkomendasikan untuk hajatan besar, pindahan rumah, atau acara keluarga.

  • 24 September 2026 (Kamis Wage, Neptu 12): Kamis Wage juga termasuk Baik (Ratu) , sehingga bisa menjadi pilihan untuk aktivitas yang bersifat memulai atau meresmikan sesuatu.

Hari yang Sebaiknya Dihindari

Di sisi lain, terdapat tanggal yang kurang dianjurkan untuk memulai kegiatan besar, terutama menurut perhitungan Primbon Jawa:

  • 18 September 2026 (Jumat Pon, Neptu 13): Berdasarkan kalender Jawa yang dikutip dari Museum Radyapustaka Solo, hari Jumat Pon di Wuku Prangbakat tidak baik untuk bepergian jauh karena mudah terserang penyakit. Selain itu, hari ini juga masuk dalam daftar tanggal yang sebaiknya dihindari untuk hajatan menurut beberapa sumber Primbon Jawa.

  • 19 September 2026 (Sabtu Wage, Neptu 13): Sabtu Wage juga disebut sebagai hari yang perlu diwaspadai. Dalam kalender Bali, hari ini memiliki karakter Carik Walangati yang berarti kurang baik untuk pernikahan, upacara adat, dan membangun rumah. Sumber lain juga menyebut 19 September sebagai tanggal yang sebaiknya dihindari untuk hajatan.

  • 20 September 2026 (Minggu Kliwon, Neptu 13): Hari ini termasuk dalam daftar tanggal yang sebaiknya dihindari untuk hajatan besar menurut Primbon Jawa. Dalam kalender Bali, Minggu Kliwon juga dinilai Tidak Baik (Sempoyong) sehingga kurang cocok untuk memulai kegiatan penting.

Wuku Prangbakat dan Wuku Bala: Karakteristik Pekan Ini

Pekan ini terbagi ke dalam dua wuku yang berbeda. Wuku Prangbakat berlangsung hingga 20 September 2026.

Wuku ini dilambangkan dengan dewa Rêsi Warabisma yang memiliki karakter pekerja keras, tak pernah ragu, namun cenderung kaku hati dan pemalu.

Wuku Prangbakat juga digambarkan seperti pohon beringin yang patah tertiup angin—sebuah pengingat akan kemungkinan dibohongi atau ditipu.

Selama wuku ini berjalan, dianjurkan untuk tidak menggali tanah atau beraktivitas dari tempat tinggi menuju tempat rendah.

Memasuki 21 September 2026, kita beralih ke Wuku Bala. Wuku ini dipengaruhi oleh Bethari Durga yang melambangkan keberanian tanpa rasa takut.

Pohonnya cemara, yang menggambarkan banyak bicara dan suka menyombongkan kedudukan.

Aralnya adalah terkena santet atau racun. Wuku Bala dikatakan baik untuk mengunjungi teman, menjadi utusan, atau membantu mempertemukan orang yang sedang berunding.

Namun, tidak baik untuk mengajarkan ilmu kebatinan atau memperbaiki sesuatu.

Rekomendasi Aktivitas Sepekan

Berdasarkan perhitungan weton, neptu, dan karakteristik wuku, berikut panduan aktivitas untuk pekan ini:

  • Bepergian Jauh: Sebaiknya dihindari pada 18-20 September. Jika memungkinkan, tunda hingga 21 September atau setelahnya yang dinilai lebih baik.

  • Hajatan Besar (Pernikahan, Khitanan, Syukuran): Waktu terbaik adalah 23 September 2026 (Rabu Pon) dengan neptu 14. Alternatif lainnya adalah 22 atau 24 September.

  • Pindah Rumah: Direkomendasikan pada 22 atau 23 September 2026, yang memiliki energi Ratu dan Guru.

  • Membuka Usaha: 22 September (Selasa Pahing) disebut Baik (Guru), sehingga cocok untuk memulai bisnis atau memimpin rapat perdana.

  • Mencari Rezeki: 21 September (Senin Legi) masuk kategori Baik (Ratu), bisa menjadi pilihan untuk memulai pekerjaan baru atau menjalin relasi.

Memaknai Kalender Jawa di Era Modern

Kalender Jawa bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga cerminan bagaimana masyarakat Jawa memaknai waktu dan hubungannya dengan alam semesta.

Weton dan neptu menjadi cara untuk menyelaraskan diri dengan ritme yang diyakini membawa keberkahan.

Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan masing-masing individu.

Yang terpenting adalah niat baik dan usaha yang sungguh-sungguh, karena pada akhirnya, setiap hari adalah kesempatan untuk memulai sesuatu yang bermakna.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.