Viral! Hina Ratu Kalinyamat, Akun Facebook 'Gendon Nyess' Diburu Warga Jepara

JATENG.AKURAT.CO, Sebuah akun Facebook bernama "Gendon Nyess" menjadi sorotan publik setelah mengunggah konten yang dianggap menghina sosok Ratu Kalinyamat, salah satu tokoh sejarah besar dari Jepara yang dihormati oleh masyarakat lokal.
Berbagai laporan dan kecaman datang dari berbagai kalangan warga Jepara, yang kini bergerak bersama untuk meminta penanganan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Konten yang Menyinggung Meresahkan Masyarakat
Konten yang diunggah akun tersebut mengandung ucapan dan gambar yang dianggap tidak pantas serta merendahkan jasa Ratu Kalinyamat.
Ratu Kalinyamat dikenal sebagai pemimpin yang berjasa dalam mempertahankan wilayah Jepara dari serangan asing dan memajukan perdagangan serta budaya pada abad ke-16.
Bagi masyarakat Jepara, sosoknya bukan hanya tokoh sejarah, tetapi juga simbol kebanggaan dan identitas budaya daerah.
Setelah konten tersebut menyebar di media sosial, banyak warga Jepara yang merasa tersakiti dan marah.
Banyak yang mengungkapkan bahwa penghinaan terhadap Ratu Kalinyamat adalah penghinaan terhadap sejarah dan nilai-nilai budaya Jepara yang telah dijunjung tinggi selama bertahun-tahun.
Tak hanya memberikan kecaman secara daring, sejumlah warga Jepara juga telah melaporkan akun tersebut ke pihak berwenang dan tim moderasi Facebook.
Beberapa komunitas lokal di Jepara bahkan menggelar aksi damai untuk menyampaikan penolakan mereka terhadap konten yang menghina tokoh sejarah daerah.
Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, melaporkan pelaku pelecehan dugaan pencemaran nama baik terhadap Pahlawan Nasional Ratu Kalinyamat ke Polsek Pakis Aji.
Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor : STTLP/05/II/2026/SPKT/Polsek Pakis Aji/Polres Jepara/Polda Jawa Tengah, pada Selasa (3/2).
"Kita tidak bisa tinggal diam melihat sosok yang telah berjasa bagi Jepara dihina sembarangan. Ratu Kalinyamat adalah bagian dari identitas kita, dan setiap penghinaan terhadapnya adalah penghinaan terhadap seluruh masyarakat Jepara," ujar ketua FKPM Desa Mambak, Zamroni.
Pihak Kepolisian Resor Jepara juga telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menindaklanjuti laporan dari masyarakat.
Langkah-langkah hukum akan diambil sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pemeriksaan terhadap sumber konten dan identitas pemilik akun "Gendon Nyess".
Pentingnya Menghormati Tokoh Sejarah dan Budaya Lokal
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya menghormati tokoh sejarah dan nilai-nilai budaya daerah masing-masing.
Di era digital yang mudah untuk berbagi konten, setiap individu diharapkan bertanggung jawab atas apa yang mereka publikasikan, serta menghargai perbedaan dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh komunitas lain.
"Sekarang ini, kita harus lebih cermat dalam menggunakan media sosial. Konten yang kita bagikan bisa berdampak luas, termasuk menyakiti perasaan banyak orang dan merusak keharmonisan masyarakat," pungkas Zamroni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









