Jateng

Diduga Aniaya Kader PDIP, Hendi Laporkan Pimpinan Partai Gerindra Kota Semarang

Afri Rismoko | 9 September 2023, 15:31 WIB
Diduga Aniaya Kader PDIP,  Hendi Laporkan Pimpinan Partai Gerindra Kota Semarang

AKURAT.CO,SEMARANG – Hendrar Prihadi selaku ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Semarang merespon dugaan penganiayaan yang dialami kadernya karena memasang alat peraga kampanye.

Seperti diketahui, Parjianto, salah satu relawan PDIP di Jalan Cumi-cumi Bandarharjo Semarang Utara diduga dipukul oleh JS yang merupakan pimpinan Partai Gerindra Kota Semarang sekaligus anggota dewan.

Dugaan pemukulan itu disinyalir karena JS tersinggung saat Parjianto memasang alat peraga kampanye di wilayahnya.

Baca Juga: Libur yang Aman dan Nyaman Bersama Anak, Coba Ikuti 4 Tips Ini

“Ya tadi malem ada kawan kami mas Parjianto warga Jalan Cumi-cumi Bandarharjo Semarang Utara yang didatangi oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, kemudian tanpa basa-basi Ketua DPC Gerindra itu tiba-tiba memukul kader kami pak Parjianto itu,” ujarnya saat diwawancara wartawan pada Sabtu (9/9/2023).

Dugaan pemukulan yang dilakukan JS di rumah Parjianto itu terjadi pada Jum’at malam (8/9/2023) itu langsung sampai ke telinga Hendi. Hendipun langsung melapor kepada DPD PDIP Jateng dan Sekjen PDIP.

“Maka kami selaku ketua DPC PDIP Kota Semarang melaporkan kepada Bambang Wuryanto (Pacul) selaku Ketua DPD PDIP Jateng dan Sekjen PDIP Mas Hasto Kristiato,” ujar Hendi.

Baca Juga: Relawan PDIP Dirawat di Rumah Sakit, Mengaku Dianiaya Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang

“Perintah dari DPD dan Sekjen, kami di DPC diminta untuk meredam emosi kawan-kawan agar di Semarang tidak terjadi pertikaian. Kami lebih memilih melaporkan ke kepolisian,” ujar Hendi yang sudah melaporkan dugaan pemukulan tersebut.

Sementara itu, di Jakarta, Sekjen PDIP Hasto Kristianto mengatakan kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh elemen politik untuk menunjukkan sikap dewasa dalam berdemokrasi.

“Ini masa yang sangat penting untuk menunjukkan kualitas demokrasi sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang tidak mengedepankan emosi dan pemaksaan kehendak,” ujar Hasto.

Hasto menyesalkan terhadap tindakan politik yang menggunakan kekerasan karena itu bertentangan dengan pancasila. Oleh sebab itu pula Hasto memerintahkan kader PDIP agar tidak menggunakan emosi dan menyelesaikan dengan hukum yang berlaku.

Baca Juga: Bos PSIS Bangga 2 Beknya Jadi Andalan Timnas

“Selanjutnya kami dari PDIP berusaha akan membangun kerukunan, serta mengedepankan akal sehat dalam berpolitik,” tutup Hasto.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A