Jateng

Kronologi Lengkap dan Penyebab Pilot Kopilot Batik Air Tertidur saat Terbang, Bakal Dihukum Berat Dibebas Tugaskan?

Arixc Ardana | 9 Maret 2024, 14:34 WIB
Kronologi Lengkap dan Penyebab Pilot Kopilot Batik Air Tertidur saat Terbang, Bakal Dihukum Berat Dibebas Tugaskan?

AKURAT.CO, Kronologi Lengkap dan Penyebab Pilot Co-Pilot Batik Air Tertidur saat Terbang, Bakal Dihukum Berat Dibebas Tugaskan?

Pada tanggal 25 Januari 2024, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan BTK6723 (ID-6723) rute Kendari-Jakarta mengalami insiden yang mengguncang, ketika pilot dan kopilotnya tertidur bersamaan saat penerbangan.

Laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa faktor kelelahan menjadi penyebab utama dari insiden yang hampir mengakibatkan tragedi ini.

Baca Juga: Persiraja dan Malut United Berjuang Mati-Matian untuk Satu Tiket Terakhir Liga 1 dalam Duel di Jakarta

Menurut laporan KNKT, kedua awak pesawat tersebut adalah seorang pilot berusia 32 tahun dan kopilot berusia 28 tahun.

Keduanya telah memiliki lisensi profesi dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai pilot Airbus A320.

Namun, kelelahan yang diakibatkan oleh faktor eksternal, terutama keterlibatan kopilot dalam merawat anaknya, bayi kembar yang baru berusia satu bulan , menjadi penyebab utama

Kopilot, yang baru saja menjadi ayah dari bayi kembar berumur satu bulan, mengalami gangguan tidur karena kewajiban merawat anak-anaknya, sebagai seorang ayah.

Sebelum jadwal penerbangan pada tanggal 23 Januari 2024, kopilot seharusnya berlibur. Namun, waktu luang ini terpakai untuk proses pindah rumah, yang membutuhkan aktivitas fisik dan mental yang cukup besar.

Ditambah lagi, pada malam sebelum penerbangan, kopilot terganggu tidurnya karena harus membantu istri dalam merawat bayi.

Kronologi insiden menunjukkan bahwa saat penerbangan kembali ke Jakarta, kopilot mengungkapkan kepada pilot bahwa dia tidak mendapat istirahat yang cukup sebelum penerbangan.

Pilot menawarkan untuk menggantikan posisi kopilot dan membiarkannya tidur selama sekitar 30 menit di kokpit pesawat.

Namun, ironisnya, pilot juga tertidur selama kurang lebih 28 menit, meninggalkan pesawat tanpa pengawasan selama waktu tersebut.

Pengatur lalu lintas udara di Jakarta menyadari ketidakteraturan jalur penerbangan pesawat dan berusaha untuk menghubungi awak pesawat.

Setelah pilot terbangun dan menyadari situasi yang terjadi, pesawat berhasil diputar balik dan mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini dan tidak ada kerusakan pada pesawat.

Meskipun insiden ini berakhir dengan selamat, hal ini menyoroti pentingnya keselamatan penerbangan dan perlunya perhatian ekstra terhadap faktor-faktor yang dapat memengaruhi kinerja awak pesawat, termasuk kelelahan.

KNKT menekankan pentingnya untuk mengembangkan prosedur penerbangan yang lebih rinci dan melakukan pemeriksaan kokpit secara teratur untuk memastikan bahwa layanan penerbangan dilaksanakan dengan benar.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak terkait di industri penerbangan, termasuk maskapai penerbangan, regulator, dan awak pesawat, untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesejahteraan awak pesawat dan keselamatan penerbangan secara keseluruhan.

Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap operasi penerbangan, dan pelajaran berharga dari insiden ini harus dijadikan acuan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak maskapai, termasuk hukuman apa yang diterima oleh pilot dan kopilot yang terlibat insiden tersebut

***

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.