Sederet Kontroversi Satria Mahathir Nur, Profil Seleb TikTok Satria Mahathir Ditangkap Polisi Usai Diduga Lakukan Penganiayaan

AKURAT.CO, Sederet Kontroversi Satria Mahathir Nur, Profil Seleb TikTok Satria Mahathir Ditangkap Polisi Usai Diduga Lakukan Penganiayaan
Seleb TikTok Satria Mahathir dikabarkan ditangkap polisi usai melakukan penganiayaan terhadap RAT, anak anggota DPRD Kepri, Nyanyang Harris Pratamura
Kabar ini pun semakin menambah kontroversi kelakukan Satria Mahathir Nur, berikut simak profil lengkap seleb TikTok Satria Mahathir.
Seleb TikTok terkenal, Satria Mahathir, ditangkap oleh polisi setelah dituduh melakukan penganiayaan terhadap RAT, seorang remaja yang ternyata adalah anak anggota DPRD Kepri, Nyanyang Harris Pratamura.
Kejadian tersebut berlangsung pada pukul 01.00 dini hari di salah satu kafe di Batam, di mana Satria Mahathir tampil sebagai bintang tamu.
Anak anggota DPRD Kepri, RAT, yang masih duduk di bangku SMA kelas 10, hadir di kafe tersebut dengan niatan untuk menyaksikan penampilan idolanya.
Namun, harapan RAT berubah menjadi mimpi buruk ketika Satria Mahathir dan teman-temannya melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadapnya.
Nyanyang Harris Pratamura, anggota DPRD Kepri dan orang tua RAT, membawa anaknya ke kantor polisi setelah kejadian tragis tersebut.
Nyanyang menyatakan bahwa RAT pergi ke kafe dengan niat baik untuk menyaksikan penampilan idolanya, namun malah menjadi korban pengeroyokan.
Baca Juga: PT KAI Pastikan Keselamatan Penumpang: Tidak Ada Korban Jiwa Penumpang dalam Insiden KA Turangga
Meskipun hadir dengan harapan berjumpa dengan Satria Mahathir, RAT justru mengalami memar di wajah dan bibir yang pecah akibat dipukul oleh Satria Mahathir dan teman-temannya.
Kasus ini pun menambah sederet kontroversi yang dilakukan Satria Mahatir.
Berikut ini sederet kontroversi yang pernah dilakukan atau disampaikan Satria Mahathir, atau yang dikenal sebagai "cogil" (cowok gila).
Meskipun kehidupan pribadinya penuh kontroversi, Satria cukup aktif di media sosial, termasuk TikTok, Instagram, dan YouTube.
Dengan jumlah pengikut yang mencapai puluhan ribu, ia terus membagikan momen-momen kontroversialnya.
Dengan usianya yang baru menginjak 20 tahun, Satria telah membuat banyak pernyataan kontroversial dan terlibat dalam berbagai skandal yang mencuri perhatian publik, terutama sorotan di media sosial.
Salah satu pernyataan kontroversial yang dibuat oleh Satria adalah ketika ia menyatakan rasa jijiknya saat melihat cewek yang menggunakan smartphone Android.
Menurutnya, cewek dengan Android seperti "cabe-cabean ngantuk" yang sering berkumpul di warung kopi atau di pinggir jalan menggunakan sepeda motor.
Tak hanya itu, Satria juga mengakui bahwa ia sering gonta-ganti pasangan dan mengaku pernah menghamili sejumlah wanita.
Bangga dengan gaya hidupnya yang bebas, ia bahkan mengklaim telah tidur dengan 28 wanita.
Namun, perbuatannya ini juga membawanya pada konsekuensi negatif, yaitu mengidap penyakit kelamin yang membuatnya harus dirujuk ke rumah sakit.
Salah satu episode kontroversial dalam hidupnya adalah pernikahan dini dengan Nindya Putri saat usianya baru 16 tahun.
Baca Juga: RESMI, Empat Petugas Kereta Api Jadi Korban Jiwa Kecelakaan Adu Banteng KA Turangga-Commuterline
Meskipun dikaruniai seorang anak yang diberi nama Karel Alpha, pernikahan tersebut hanya bertahan selama 14 bulan sebelum akhirnya bercerai pada awal tahun 2021.
Nindya menyatakan bahwa Satria belum siap menjadi seorang ayah, sehingga memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka.
Baru-baru ini, Satria kembali membuat gebrakan kontroversial dengan membuat tato logo Polri di tubuhnya.
Tato ini menciptakan sensasi di media sosial, dan Satria dengan bangga memamerkannya.
Diketahui, Satria Mahathir, yang lahir pada 25 Juni 2003, merupakan anak dari Yuskam Nur, seorang mantan jenderal polisi bintang dua, dan Anita Agnes Alexandra, mantan seorang model.
Kehidupan keluarganya tidak selalu mulus, karena kedua orang tuanya bercerai.
Menariknya, meskipun terlibat dalam kontroversi dan skandal, Satria Mahathir mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan dan berencana untuk kuliah di jurusan hukum.
Meskipun memiliki orang tua yang merupakan anggota kepolisian, Satria menyatakan penyesalannya karena tidak mengikuti jejak ayahnya, dan sekarang ia merasa tertarik untuk melibatkan diri dalam kepolisian.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






