Viral Calon Pengantin Wanita Burdir di Padang Gara-gara Uang Panjapuik, Apa Arti Maksud Uang Japuik?

AKURAT.CO, Viral di X Twitter seorang calon pengantin wanita di Padang Sumatera Barat, memilih burdir (bunuh diri) jelang pernikahan.
Kabar santer, kasus burdir yang dilakukan calon pengantin wanita di Padang tersebut akibat uang panjapuik yang diminta pihak calon pengantin pria.
Lalu apa yang dimaksud dengan uang panjapuik, hingga menyebabkan calon pengantin wanita di Padang nekat burdir?
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, yang artinya setiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda, atau satu aturan di suatu daerah bisa berbeda dengan aturan di daerah lain.
Demikian juga dengan adat di Padang Pariaman Sumatera Barat, dalam tradisi pernikahan.
Jika di Bugis Makassar ada uang Panai, maka Padang-Pariaman ada uang Panjapuik.
Uang panjapuik atau japuik adalah sebuah tradisi pernikahan yang berasal dari daerah Padang Pariaman, Sumatera Barat, Indonesia.
Kata Uang Japuik tersendiri bisa disebut ‘Membeli Pria’ adalah sebuah budaya pernikahan di mana lelaki pada masyarakat pariaman harus “dibeli”.
Dapat dilihat bahwa masyarakat suku Minang atau Padang-Pariaman sangat berpengan pada budaya atau tradisi leluhur mereka.
Sebagai pedoman untuk mengatur kehidupan bermasyarakat dalam berbagai aspek, teramasuk Pernikahan dengan adanya adat Uang Japuik yang mempunyai arti tersendiri.
Budaya pernikahan di masyarakat Pariaman yang masih berlaku hingga saat ini ialah ketika ingin menikah, pihak Wanita membeli pria atau penyebutan dalam bahasa minang ialah Uang Japuik atau dibeli.
Walaupun begitu adat ini tidak bisa dikatakan negatif karena dalam masyarakat minang posisi suami merupakan pendatang atau ketika menikah suami akan tinggal dirumah keluarga Istri dahulu sebelum mempunyai rumah sendiri.
Oleh karena itu, diwujudkan ke dalam bentuk proses uang japuik bajapuik / dibeli dalam pernikahan.
Dalam tradisi ini, calon pengantin perempuan memberikan sejumlah uang, emas, atau barang-barang lainnya kepada pihak calon pengantin laki-laki sebagai tanda keseriusan dalam hubungan mereka
Tradisi Uang Japuik ini mengandung makna saling menghargai antara pihak perempuan dengan pihak laki-laki, dihargai dalam bentuk Uang Japuik.
Besaran uang panjapuik juga berbeda beda, tergantung kesepakatan kedua pihak.
Namun umumnya, uang panjapuik akan semakin tinggi, dengan mempertimbangkan beberapa hal.
Misalnya berdasarkan pendidikan atau karir atau jabatan
Semakin tinggi pendidikan atau karier yang dimiliki calon pengantin pria, maka semakin tinggi pula uang panjapuik yang diminta.
Namun aturan ini tidak berlaku secara absolut.
Umumnya, kedua pihak calon mempelai akan saling menghormati dengan meminta uang panjapuik semampunya dari calon mempelai wanita.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 5Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 9Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 10Persijap Kian Merana, Kalah Kandang di Tangan Garudayaksa FC, Jurang Degradasi Kian Dekat, Skor Akhir 1-2





