Ketahui 4 Macam Scamming yang Sering Terjadi Saat Berlibur di Luar Negeri

AKURAT.CO - Scamming adalah tindakan kriminal berupa penipuan yang akan menargetkan sejumlah uang maupun barang berharga korban dengan berbagai cara, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya.
Kejahatan ini kini marak terjadi khususnya di media sosial.
Para pelaku scamming atau yang biasa disebut scammer akan dengan mudah melancarkan aksinya sebab didukung dengan banyaknya korban yang seringkali dengan ceroboh mengunggah data-data pribadi mereka ke sosial media seperti, nama lengkap, alamat rumah bahkan kartu kredit.
Baca Juga: Wisata Watu Lawang, Menyimpan Pemandangan Alam Tersembunyi Daerah Nganjuk
Salah satu scamming yang sering terjadi adalah saat sedang berlibur terutama di luar negeri.
Berikut ada beberapa scamming yang marak terjadi pada saat liburan di luar negeri:
Harga makanan dan minuman yang tiba-tiba mahal
Hal ini sering terjadi saat kamu membeli makanan di pinggir jalan atau street food yang tidak mencantumkan harganya.
Pedagang nakal yang tahu kalau kamu turis asing, biasanya mematok harga yang jauh lebih mahal daripada harga aslinya.
Untuk menghindari kejadian seperti ini, sebaiknya kamu riset harga makanan atau minuman melalui tulisan atau vlog orang-orang yang pernah ke sana.
Baca Juga: Hadiri Raker Snex, Yoyok Sukawi : Berlangsung Rapi dan Tertib
Penukaran uang yang curang
Sebelum pergi ke luar negeri, sebaiknya sempatkan menukar uang di money changer.
Namun, dalam beberapa situasi mungkin kamu baru sempat menukarnya saat sudah di luar negeri.
Kamu pun wajib melihat kredibilitas money changer tersebut, seperti keterangan kurs yang berlaku hari itu tertera dengan jelas di ruangannya dan petugas memberikan nota sebagai bukti penukaran.
Kamu juga harus menghitung uangmu di depan petugas dan pastikan jumlahnya pas sesuai kurs.
Pencopet yang pura-pura mengingatkan
Jangan beranggapan bahwa kota-kota besar dan modern di Eropa itu aman dan bebas dari tangan-tangan jahil.
Baca Juga: Yoyok Sukawi Ungkap Rasa Bangga Terhadap Perjuang Timnas dan 2 Pemain PSIS
Justru sebaliknya, banyak pencopet yang mengintai para turis. Gelagat mereka sebenarnya mudah dikenali.
Para pencopet biasanya akan menghampiri target dan pura-pura mengingatkan, agar berhati-hati selama berada kawasan tersebut karena banyak pencopet.
Saat target mengecek barang-barang yang ada di tas, ia akan mengamati letak barang-barang tersebut dan melancarkan aksinya apabila ada kesempatan.
Memberi pakan burung berujung minta uang
Di beberapa kota besar Eropa, seperti Roma, ada satu kawasan yang sering disinggahi burung-burung merpati atau dara liar.
Baca Juga: Sendang Putri Wilis, Wisata Air Terjun dengan Aliran yang Tidak Terlalu Deras
Masyarakat umum bisa memberi makanan kepada burung-burung tersebut.
Ternyata, hal ini dimanfaatkan para scammer untuk mendapatkan uang.
Mereka akan memberikan segenggam biji-bijian atau pakan burung kepada turis dengan maksud si turis mendapatkan pengalaman memberi makan burung.
Cara yang dilakukan pun sangat halus, seakan ia memberikannya secara percuma.
Setelah pakan burung habis, orang tersebut akan menarik bayaran yang mahal. Kalau si turis menolak, maka ia akan terus diikuti.
Itu dia beberapa jenis scamming yang sering terjadi saat berlibur ke luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless


