Karir Vibes! Rahasia Terungkap, Cobalah Tips Jitu Ini Buat Jawab Pertanyaan Alasan Resign Saat Interview Kerja

JATENG.AKURAT.CO, Pernahkah Anda merasa gugup saat pewawancara melontarkan pertanyaan, "Mengapa Anda memutuskan untuk resign dari pekerjaan sebelumnya?" Pertanyaan ini seringkali menjadi momok bagi para pencari kerja.
Jawaban yang salah bisa menutup rapat pintu peluang karier Anda.
Namun, dengan persiapan yang matang, Anda bisa mengubah pertanyaan sulit ini menjadi kesempatan untuk memikat hati pewawancara.
Berikut ini adalah beberapa tips dan strategi untuk menjawab pertanyaan mengenai alasan resign dengan cara yang tepat, sehingga Anda bisa tampil percaya diri dan meyakinkan.
1. Bersikap Positif
Salah satu hal yang paling penting ketika menjawab pertanyaan ini adalah menjaga sikap positif.
Hindari mengeluh tentang perusahaan, rekan kerja, atau atasan sebagai alasan Anda meninggalkan pekerjaan sebelumnya.
Mengeluh atau berbicara buruk tentang pekerjaan sebelumnya bisa memberikan kesan negatif kepada pewawancara dan menurunkan peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan baru.
Sebaliknya, fokuslah pada alasan-alasan yang menunjukkan bahwa Anda mencari pertumbuhan dan perkembangan.
Misalnya, Anda bisa mengatakan bahwa Anda meninggalkan pekerjaan sebelumnya karena tertarik pada tantangan baru dan ingin menggunakan keterampilan serta pengalaman dengan cara yang berbeda.
Ini menunjukkan bahwa Anda proaktif dan memiliki semangat untuk berkembang.
2. Jujur dan Bersikap Strategis
Kejujuran adalah kunci, tetapi kejujuran yang strategis adalah keharusan.
Jika alasan resign Anda adalah karena gaji yang tidak memadai, sebaiknya jangan langsung mengungkapkan hal tersebut secara mentah-mentah.
Mulailah dengan menjelaskan beberapa hal yang telah Anda capai dalam pekerjaan sebelumnya.
Kemudian, secara halus alihkan pembicaraan dengan mengatakan bahwa Anda merasa ada hambatan dalam kemampuan untuk mencapai lebih banyak hal karena keterbatasan tertentu, termasuk kompensasi.
Anda akan mendapat nilai lebih jika dapat mengaitkan jawaban Anda dengan pekerjaan yang sedang Anda lamar.
Misalnya, Anda bisa menekankan bahwa posisi baru ini menawarkan lebih banyak kesempatan bagi Anda untuk mencapai hal-hal yang lebih besar dan berkontribusi lebih signifikan.
3. Tidak Perlu Penjelasan yang Panjang
Jika alasan Anda meninggalkan pekerjaan sebelumnya adalah karena dipecat, jangan merasa perlu memberikan penjelasan panjang lebar tentang apa yang terjadi.
Memberikan terlalu banyak detail justru bisa membuat Anda terlihat defensif atau kurang profesional. Sebaliknya, jaga jawaban Anda tetap singkat dan jelas.
Anda bisa mengatakan, "Pekerjaan itu tidak berjalan dengan baik, sehingga saya dan atasan sepakat bahwa sudah saatnya saya dipindah ke posisi yang lebih sesuai dan akan memberikan hasil yang lebih baik bagi perusahaan."
Jawaban ini menunjukkan bahwa Anda menerima keadaan tersebut dengan dewasa dan siap untuk melangkah ke depan tanpa harus terjebak pada masa lalu.
Dengan mengikuti tips di atas, Anda bisa menjawab pertanyaan sulit tentang alasan resign dengan percaya diri dan meyakinkan.
Ingat, yang terpenting adalah menunjukkan bahwa Anda siap untuk bergerak maju dan bahwa keputusan resign yang Anda ambil adalah bagian dari perjalanan karier yang positif.
Dengan demikian, Anda tidak hanya menjawab pertanyaan pewawancara dengan baik, tetapi juga memperkuat posisi Anda sebagai kandidat yang berharga bagi perusahaan baru.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










