Jejak Kaki Ratu Mary di Kastil Edinburgh: Kamar Sempit, Kunci Besi, dan Sosok di Dekat Pintu

JATENG.AKURAT.CO, Jejak Ratu Mary di Kastil Edinburgh bukan cuma lorong-lorong batu dan kamar sempit tempat ia melahirkan James VI, melainkan juga bisikan tentang sosoknya yang masih terlihat di dekat ruang persalinan, drummer tanpa kepala, dan pipa bocah yang tak pernah berhenti berbunyi.
Bayangkan berdiri di depan sebuah pintu kayu rendah di Royal Palace, Kastil Edinburgh. Ruangan di baliknya sempit. Gelap. Plafonnya rendah. Konon, di sinilah Mary, Queen of Scots, melahirkan anaknya pada 19 Juni 1566, setelah sekretarisnya, David Rizzio, dibunuh 56 kali di depan matanya beberapa bulan sebelumnya.
Ruangan itu sekarang menjadi salah satu titik paling sering dikunjungi di kastil. Orang-orang datang bukan hanya untuk melihat tempat bersejarah. Mereka datang untuk merasakan sesuatu yang tidak terlihat: jejak kaki seorang ratu yang hidupnya penuh drama, konspirasi, dan kematian tragis.
Jejak yang paling nyata: kamar kelahiran dan kunci besi
Di Kastil Edinburgh, jejak Mary paling konkret adalah ruang kecil tempat ia melahirkan James VI. Ruangan itu disebut “Queen Mary’s Room” dan masih dipertahankan hingga hari ini. Bahkan ada kunci besi abad ke-16 yang ditemukan di ruangan itu, kini menjadi koleksi museum.
RCT UK, lembaga yang mengelola istana kerajaan, menggelar sesi belajar “Mary, Queen of Scots: From Palace to Castle” pada 27 Oktober 2026. Peserta diajak menelusuri jejak Mary dari Holyroodhouse ke Edinburgh Castle, termasuk “mengikuti jejak kakinya” dan menemukan ruangan tempat ia melahirkan James VI.
Historic Environment Scotland juga menawarkan program serupa. “Walk in the footsteps of Mary, Queen of Scots,” tulis mereka di laman resminya, mengajak pengunjung menyusuri kastil yang pernah menjadi rumah bagi ratu, penjaga, dan tahanan.
Jejak yang tidak terlihat: sosok di dekat kamar kelahiran
Di sinilah cerita mulai berubah dari sejarah menjadi legenda.
Menurut catatan Haunted Silence edisi Maret 2026, Mary bukanlah hantu utama di Kastil Edinburgh. Gelar itu jatuh kepada drummer tanpa kepala dan piper boy. Tapi Mary telah “dilihat di dekat kamar kelahiran beberapa kali oleh staf dan pengunjung yang tidak tahu apa-apa tentang hubungan ruangan itu dengannya”.
Ada juga cerita tentang “Pink Lady”, sosok perempuan yang konon menghantui kastil. Sebagian sejarawan menduga itu adalah Marie de Guise, ibu Mary dan wali raja Skotlandia, yang meninggal di kastil pada 1560. Jenazahnya disimpan di kastil selama berbulan-bulan sebelum dimakamkan.
Yang lebih aneh: ada cerita tentang sosok perempuan yang “pergelangan kakinya terpotong”. Seorang pengunjung berspekulasi bahwa itu adalah Marie de Guise, dan pergelangan kakinya terlihat terpotong karena permukaan halaman kastil telah ditinggikan sejak abad ke-16, sehingga sosok itu seolah berjalan di lantai lama yang lebih rendah.
Jejak yang tersembunyi di bawah tanah: Real Mary King’s Close
Di Royal Mile, tidak jauh dari kastil, ada lorong bawah tanah yang disebut Real Mary King’s Close. Tempat ini menyimpan jalan-jalan dan rumah-rumah abad ke-17 yang ditutup dan tertimbun saat pembangunan gedung-gedung baru. Di sinilah wisata mistis dan sejarah bercampur: tur “Myths & Legends” digelar September 2026, membawa pengunjung menyusuri lorong-lorong gelap sambil mendengar kisah tentang Glaistig, makhluk setengah perempuan setengah kambing yang dipercaya menjaga ternak dan menyesatkan pelancong.
Mary sendiri tidak tinggal di lorong ini. Tapi jejaknya terasa di seluruh kawasan. Dari City Chambers, ada plakat yang menandai malam terakhir Mary di Edinburgh pada 15 Juni 1567, sebelum ia ditangkap dan dibawa ke Lochleven Castle.
Oktober 2026: pameran yang mencoba meluruskan cerita
Bulan ini, tepatnya 1 Oktober 2026, diumumkan sebuah pameran besar di National Museum of Scotland: Mary, Queen of Scots: Renaissance and Resistance. Pameran ini akan digelar 12 Juni–14 November 2027, membawa sekitar 100 koleksi pinjaman dari seluruh Eropa, sebagian belum pernah terlihat di Skotlandia.
Kurator utamanya, Dr. Anna Groundwater, mengatakan sesuatu yang menusuk. “Kisah Mary terlalu sering diceritakan melalui kata-kata laki-laki yang berusaha mengalahkannya pada 1560-an, dan otonominya diremehkan atau diabaikan sama sekali. Padahal ia jauh dari pasif. Ia terkenal karena kecantikan, kevitalan, dan kemampuannya memikat”.
Pameran ini bukan sekadar soal pakaian dan perhiasan. Ia soal bagaimana sejarah menulis ulang seseorang, dan bagaimana jejak kaki—baik yang nyata maupun yang dibayangkan—bisa menjadi cara untuk mengembalikan cerita kepada pemiliknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time


