Jateng

UPDATE! Awas Gempa Susulan! BMKG Ungkap Dampak Gempa M5,4 Selatan Gunungkidul, Getaran Dirasakan hingga Cilacap dan Pacitan

Arixc Ardana | 27 Oktober 2026, 22:23 WIB
UPDATE! Awas Gempa Susulan! BMKG Ungkap Dampak Gempa M5,4 Selatan Gunungkidul, Getaran Dirasakan hingga Cilacap dan Pacitan
Gempa terjadi pada pukul 21.43.13 WIB dengan kedalaman 10 kilometer. Dalam infografis tersebut, lokasi pusat gempa tercatat sekitar 136 kilometer barat daya Gunungkidul, DIY.

JATENG.AKURAT.CO, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 yang mengguncang wilayah selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa, 27 Oktober 2026, malam, dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Berdasarkan infografis dampak guncangan gempa yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada koordinat 9,2 Lintang Selatan (LS) dan 110,39 Bujur Timur (BT).

Gempa terjadi pada pukul 21.43.13 WIB dengan kedalaman 10 kilometer. Dalam infografis tersebut, lokasi pusat gempa tercatat sekitar 136 kilometer barat daya Gunungkidul, DIY.

Sejumlah wilayah dilaporkan merasakan getaran dengan intensitas berbeda berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

Getaran Dirasakan di Pacitan hingga Cilacap

BMKG mencatat wilayah terdampak dengan intensitas tertinggi dalam infografis tersebut berada di Stasiun Pacitan, Jawa Timur, dengan skala IV MMI.

Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya merasakan getaran dengan intensitas III MMI, yakni Arjosari dan Tulakan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Adapun getaran dengan intensitas II MMI dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah, meliputi Nusawungu, Cilacap Tengah, dan Cilacap Utara di Kabupaten Cilacap; Kampung Laut di Kabupaten Cilacap; Tambak di Kabupaten Banyumas; serta Kemangkon dan Bukateja di Kabupaten Purbalingga.

Wilayah Ayah dan Buayan di Kabupaten Kebumen juga tercantum dalam kelompok wilayah terdampak intensitas II MMI, bersama daerah sekitarnya.

Perbedaan intensitas tersebut menunjukkan bahwa dampak guncangan yang dirasakan masyarakat dapat bervariasi, bergantung pada lokasi dan kondisi setempat.

Apa Arti Skala II, III, dan IV MMI?

Skala MMI digunakan untuk menggambarkan tingkat guncangan gempa berdasarkan dampak yang dirasakan manusia dan benda-benda di sekitarnya.

Pada intensitas II MMI, getaran umumnya dirasakan oleh beberapa orang, terutama mereka yang berada dalam keadaan diam di dalam bangunan. Benda ringan yang digantung juga dapat bergoyang.

Pada intensitas III MMI, getaran terasa nyata di dalam rumah. Sensasinya dapat menyerupai getaran akibat kendaraan berat yang melintas.

Sementara itu, intensitas IV MMI menunjukkan guncangan yang lebih kuat. Getaran dapat dirasakan oleh banyak orang, gerabah berpotensi pecah, serta pintu dan jendela dapat berderik.

Meski demikian, skala MMI menggambarkan intensitas guncangan yang dirasakan di suatu lokasi, bukan besarnya magnitudo gempa.

BMKG Petakan Dampak Guncangan

Dalam infografisnya, BMKG juga menyertakan peta lokasi pusat gempa dan wilayah yang terdampak guncangan.

Pusat gempa ditandai dengan simbol bintang merah di perairan selatan Jawa. Peta tersebut memperlihatkan lokasi sumber gempa yang berada di laut, di selatan wilayah Gunungkidul.

BMKG turut mencantumkan tabel intensitas guncangan dan keterangan dampak yang dapat terjadi pada setiap tingkat MMI. Namun, tabel tersebut merupakan penjelasan umum mengenai karakteristik guncangan, bukan bukti bahwa seluruh dampak yang tercantum benar-benar terjadi akibat gempa kali ini.

Masyarakat di wilayah yang merasakan getaran diimbau tetap tenang, memeriksa kondisi lingkungan sekitar, dan mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG.

.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.