Jateng

Kisah Sejarah! Makam Banyusumurup: Tempat Peristirahatan Para Pengkhianat Kerajaan di Imogiri!

Theo Adi Pratama | 8 Maret 2025, 09:00 WIB
Kisah Sejarah! Makam Banyusumurup: Tempat Peristirahatan Para Pengkhianat Kerajaan di Imogiri!

JATENG.AKURAT.CO, Makam Banyusumurup, yang terletak di Dusun Banyusumurup, Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta, menyimpan cerita sejarah yang menarik.

Dikenal sebagai makam para "pengkhianat", kompleks pemakaman ini menjadi salah satu dari tiga kompleks makam di Imogiri, selain Makam Panembahan Giri dan Makam Raja-Raja Imogiri.

Yuk, simak kisah di balik Makam Banyusumurup!

Sejarah dan Lokasi Makam Banyusumurup

Makam Banyusumurup terletak di dekat kompleks Makam Raja-Raja Imogiri dan merupakan kompleks makam termuda di antara ketiganya.

Meskipun catatan sejarah yang detail tentang individu-individu yang dimakamkan di sini masih terbatas, beberapa tokoh penting disebutkan terkait dengan makam ini.

Kisah Pangeran Pekik: Antara Pengkhianatan dan Tragedi

Salah satu tokoh utama yang dimakamkan di Makam Banyusumurup adalah Pangeran Pekik, putra dari Adipati Surabaya yang hidup pada awal abad ke-17 Masehi.

Menurut Babad Tanah Jawi, Pangeran Pekik terlibat dalam konflik antara Sultan Amangkurat I dan putranya, Raden Mas Rahmat (yang kelak menjadi Amangkurat II).

Pangeran Pekik dianggap memihak Raden Mas Rahmat dalam perselisihan mereka, terutama terkait perebutan kekuasaan dan kisah cinta dengan Rara Oyi.

Akibatnya, Pangeran Pekik dihukum mati oleh Sultan Amangkurat I, bersama dengan keluarganya dan puluhan pengikutnya.

Rara Oyi juga dimakamkan di sini setelah tewas di tangan Raden Mas Rahmat sebagai bentuk penebusan dosa.

Tokoh Lain yang Dimakamkan di Banyusumurup

Selain Pangeran Pekik, ada beberapa tokoh lain yang dimakamkan di Makam Banyusumurup, antara lain:

Patih Danurejo II: Dianggap condong kepada Belanda dan Sultan Hamengkubuwono III, ia dihukum mati oleh Sultan Hamengkubuwono II. Namun, namanya dipulihkan pada masa Sultan Hamengkubuwono VI, dan jenazahnya dipindahkan ke Makam Giri Purno di Klaten.

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Tokoh yang memilih melawan Belanda, meskipun akhirnya tertangkap dan dimakamkan di sini. Namanya kemudian dipulihkan oleh Sultan Hamengkubuwono IX, dan jenazahnya dipindahkan ke Makam Giri Purno.

Kontroversi dan Misteri yang Menyelimuti

Meskipun kisah-kisah ini menarik, ada beberapa ketidaksesuaian kronologis dalam catatan sejarah.

Misalnya, kisah Rara Oyi diperkirakan terjadi antara tahun 1660-1670, sementara Pangeran Pekik telah meninggal pada tahun 1659.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang akurasi cerita yang diturunkan secara lisan.

Makam Banyusumurup sebagai Destinasi Wisata Sejarah

Bagi para pecinta sejarah, Makam Banyusumurup menjadi destinasi menarik untuk mempelajari dinamika politik dan tragedi di era Kerajaan Mataram.

Lokasinya yang dekat dengan Makam Raja-Raja Imogiri juga memudahkan pengunjung untuk menjelajahi lebih banyak situs bersejarah di kawasan ini.

Jadi, apakah kamu tertarik untuk mengunjungi Makam Banyusumurup dan menyelami kisah-kisah tragis di baliknya? Jangan lupa untuk menghormati situs bersejarah ini saat berkunjung!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.