Jateng

Fakta Unik Vibes! Mengulik Sejarah Singkat Stasiun Merakurak, Jejak Dunia Perkeretaapian di Ujung Utara Tuban, Jawa Timur

Theo Adi Pratama | 21 Agustus 2024, 17:55 WIB
Fakta Unik Vibes! Mengulik Sejarah Singkat Stasiun Merakurak, Jejak Dunia Perkeretaapian di Ujung Utara Tuban, Jawa Timur

JATENG.AKURAT.CO, Stasiun Merakurak (MKR) adalah salah satu stasiun kereta api nonaktif yang memiliki nilai sejarah penting di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Terletak di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, stasiun ini pernah menjadi titik akhir (terminus) dari jalur kereta api Merakurak–Babat, serta merupakan stasiun kereta api paling utara di wilayah Tuban.

Saat ini, sisa-sisa stasiun tersebut berada dalam pengelolaan Wilayah Aset VIII Surabaya.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Mengenal Samarang Joana Stoomtram Maatschappij, Jejak Sejarah Perusahaan Perkeretaapian di Jalur Semarang dan Muria Raya

Sejarah dan Pembangunan

Stasiun Merakurak resmi dibuka pada 1 Agustus 1920 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), bersamaan dengan penyelesaian jalur kereta api Merakurak–Babat.

Jalur ini direncanakan untuk memperluas konektivitas antara Babat, Tuban, dan Jenu, namun sayangnya, rencana tersebut hanya terealisasi hingga Merakurak.

Dengan demikian, stasiun ini menjadi bagian dari jalur yang belum sepenuhnya selesai dibangun.

Rencana NIS untuk memperpanjang jalur hingga Tuban dan Jenu menghadapi berbagai kendala, sehingga segmen Merakurak–Tuban hanya bertahan selama 15 tahun.

Pada 1 November 1935, segmen ini resmi dinonaktifkan karena dinilai tidak menguntungkan secara finansial.

Meskipun demikian, NIS masih berharap dapat membuka kembali segmen ini di masa depan, namun harapan tersebut tak pernah terwujud.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Mengulik Kisah Stasiun Bedono, Jejak Sejarah Dunia Rel Kereta Api Pegunungan di Semarang! Saat Ini Melayani Kereta Wisata

Fasilitas dan Sisa-Sisa Infrastruktur

Pada masa operasionalnya, Stasiun Merakurak dilengkapi dengan fasilitas standar seperti rumah persinyalan dan rumah dinas untuk karyawan.

Saat ini, rumah persinyalan hanya tersisa puing-puing reruntuhannya, sementara rumah dinas masih berdiri kokoh.

Di sebelah timur stasiun, terdapat bekas jembatan kereta api yang kini dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai sarana penyeberangan sungai.

Bangunan stasiun yang ada saat ini bukanlah bangunan asli dari era NIS.

Bangunan tersebut telah dirombak dan sempat digunakan sebagai markas Koramil 0811/04 Merakurak.

Setelah Koramil pindah, bangunan tersebut menjadi kosong, dan kini aset stasiun sepenuhnya berada di bawah kendali PT Kereta Api Indonesia.

Baca Juga: Semarang Vibes! Mengintip Pembangunan Hotel Marc Nusatu, Transformasi dari Dealer Harley Davidson ke Hotel Boutique Mewah

Warisan yang Tersisa

Meskipun Stasiun Merakurak telah lama tidak aktif, keberadaannya tetap menjadi saksi bisu dari sejarah perkeretaapian di Kabupaten Tuban.

Sisa-sisa infrastruktur dan bangunan yang masih ada menjadi pengingat akan masa-masa kejayaan kereta api di wilayah ini.

Bagi para pecinta sejarah, Stasiun Merakurak adalah sebuah lokasi yang menawarkan nostalgia sekaligus pelajaran berharga tentang dinamika transportasi di masa lalu.

Kini, dengan statusnya sebagai aset nonaktif, Stasiun Merakurak hanya menyimpan kenangan dari masa lampau, menunggu untuk dilestarikan atau dihidupkan kembali dalam bentuk lain oleh generasi mendatang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.