Jateng

Fakta Unik Vibes! Mengulik Kisah Stasiun Bedono, Jejak Sejarah Dunia Rel Kereta Api Pegunungan di Semarang! Saat Ini Melayani Kereta Wisata

Theo Adi Pratama | 21 Agustus 2024, 16:48 WIB
Fakta Unik Vibes! Mengulik Kisah Stasiun Bedono, Jejak Sejarah Dunia Rel Kereta Api Pegunungan di Semarang! Saat Ini Melayani Kereta Wisata

JATENG.AKURAT.CO, Stasiun Bedono (BDN) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Bedono, Jambu, Kabupaten Semarang.

Dengan ketinggian mencapai +711 meter di atas permukaan laut, stasiun ini memiliki posisi unik sebagai stasiun aktif tertinggi di Daerah Operasi IV Semarang.

Meskipun saat ini hanya melayani kereta wisata, Stasiun Bedono menyimpan sejarah panjang dan penting dalam perkembangan transportasi kereta api di Indonesia.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Mengenal Stasiun Tuban, Jejak Perkembangan Sejarah serta Potensi Masa Depan Transportasi Rel di Tuban

Sejarah dan Pembangunan

Stasiun Bedono dibangun seiring dengan pembangunan jalur kereta api pegunungan yang menghubungkan Secang dengan Kedungjati.

Jalur ini merupakan jalur strategis pada masa Hindia Belanda, yang menggunakan rel gigi untuk melewati medan pegunungan yang curam.

Jalur ini dirancang khusus untuk mempermudah mobilitas militer, menghubungkan kawasan strategis di Kota Magelang dengan Benteng Willem I di Ambarawa.

Pembangunan jalur ini selesai pada 1 Februari 1905, menjadi bagian penting dari infrastruktur militer dan transportasi pada masa itu.

Fungsi dan Peran Stasiun Bedono

Dengan tiga jalur kereta api yang dimilikinya, Stasiun Bedono menjadi bagian integral dari jalur kereta api pegunungan tersebut.

Jalur 1 merupakan sepur lurus, sementara jalur 3 dulunya terhubung dengan pemutar rel, meskipun saat ini sudah tidak digunakan lagi.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Mengungkap Sejarah Stasiun Jatirogo, Jejak Perkembangan Transportasi Kereta Api di Tuban dan Industri Kuarsa

Selama bertahun-tahun, stasiun ini memainkan peran penting dalam menghubungkan daerah pegunungan dengan pusat-pusat strategis di Jawa Tengah.

Pada tahun 1976, jalur kereta api ini secara resmi ditutup, seiring dengan berkurangnya kebutuhan militer dan peningkatan infrastruktur transportasi lainnya.

Namun, untuk mendukung operasi Museum Kereta Api Ambarawa, jalur ini tetap dipertahankan hingga Stasiun Bedono.

Kereta Wisata Ambarawa–Bedono

Saat ini, Stasiun Bedono hanya melayani satu layanan kereta api, yaitu kereta wisata Ambarawa–Bedono.

Kereta wisata ini ditarik oleh lokomotif uap tua yang masih beroperasi, memberikan pengalaman nostalgia bagi para penumpangnya.

Karena usia lokomotif yang sudah tua, kereta ini hanya dijalankan dalam format sewa dan tidak beroperasi secara reguler.

Sebelum kembali menarik kereta api menuju Museum Kereta Api Ambarawa, lokomotif uap ini biasanya mengisi air terlebih dahulu di Stasiun Bedono.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Mengulik Sejarah Stasiun Tekung, Jejak Transportasi di Lumajang Jawa Timur yang Terlupakan

Menyusuri Jejak Sejarah di Stasiun Bedono

Meskipun tidak lagi menjadi pusat transportasi yang sibuk, Stasiun Bedono tetap menjadi saksi bisu dari sejarah panjang kereta api di Indonesia.

Stasiun ini menawarkan kesempatan bagi para pengunjung untuk merasakan kembali masa-masa kejayaan kereta api pegunungan, sambil menikmati pemandangan alam yang indah di sekitarnya.

Bagi para pecinta sejarah dan penggemar kereta api, Stasiun Bedono adalah destinasi yang wajib dikunjungi untuk menyelami lebih dalam warisan transportasi Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.