Jateng

Wat Phai Ngoen Chotinaram: Menelusuri Misteri dan Kisah Angker di Kuil yang Pernah Menjadi Tempat Pembuangan Bayi yang di Aborsi

Theo Adi Pratama | 6 Mei 2024, 05:00 WIB
Wat Phai Ngoen Chotinaram: Menelusuri Misteri dan Kisah Angker  di Kuil yang Pernah Menjadi Tempat Pembuangan Bayi yang di Aborsi

JATENG.AKURAT.CO, Bila Anda pernah menyaksikan salah satu tayangan perburuan dunia gaib yakni Fix Serem yang dibawakan oleh duo Tretan Muslim dan Coki Pardede, pada salah satu tayangan yang ada di Lucuflix mereka pernah mendatangi sebuah kuil di Thailand.

Dalam penelusuran mereka, kuil itu dipercaya sebagai salah satu lokasi dimana pernah ditemukan banyak jasad bayi yang merupakan korban aborsi dan dibuang.

Kuil yang berada di Thailand dan menjadi salah satu tempat penelusuran duo cokmus ini dalam tayangan Fix Serem di Lucuflix bernama Wat Phai Ngoen Chotinaram.

Wat Phai Ngoen Chotinaram adalah sebuah kuil yang seharusnya menjadi tempat kedamaian dan refleksi di tengah hiruk-pikuk kota Bangkok, Thailand.

Baca Juga: Tempat Angker di Filipina: Fort Santiago, Kisah Angker Benteng Bersejarah yang Dipenuhi Misteri di Jantung Manila

Namun, pada tahun 2010, kuil ini menjadi saksi dari sebuah peristiwa tragis yang mengguncang masyarakat Thailand dan memperlihatkan sisi gelap dari praktik aborsi ilegal.

Peristiwa mengerikan tersebut dimulai ketika seorang warga yang tinggal di sekitar kuil melihat seekor anjing sedang menggigit kantong plastik besar yang robek.

Ketika didekati, terungkaplah sebuah kenyataan yang mengguncangkan: kantong tersebut berisi potongan tubuh bayi.

Warga tersebut segera melaporkan kejadian ini kepada polisi.

Dalam penyelidikan selanjutnya, polisi menemukan bahwa asal kantong plastik tersebut berasal dari ruang penyimpanan Wat Phai Ngoen Chotinaram.

Baca Juga: Misteri dan Tempat Angker di Filipina: Hotel Diplomat, Mengungkap Legenda sekaligus Kisah Angker di Atas Bukit Baguio

Di dalam ruangan tersebut, mereka dihadapkan pada pemandangan yang mengerikan: tumpukan kantong plastik berisi potongan tubuh lebih dari 2.000 bayi dan janin.

Investigasi polisi mengungkap fakta yang mengejutkan. Selama bertahun-tahun, pengelola krematorium kuil telah menerima bayaran dari klinik aborsi ilegal untuk membuang jasad bayi hasil aborsi.

Namun, karena krematorium mengalami kerusakan, pembuangan jasad tertunda.

Alih-alih ditangani dengan benar, jasad bayi tersebut malah dibiarkan menumpuk di ruang penyimpanan, menciptakan pemandangan yang menakutkan.

Setelah temuan mengerikan ini, jasad bayi akhirnya dikremasi secara ritual sesuai tradisi Buddha.

Baca Juga: Kisah Angker Dibalik Kemegahan Amber Court Malaysia: Sebuah Misteri yang Belum Terungkap di Tengah Genting Highlands

Meskipun demikian, kisah angker dan misterinya masih terus bergema di antara warga sekitar.

Konon, mereka masih bisa mendengar suara tangisan bayi di malam hari di dalam kuil.

Bahkan, beberapa warga mengaku pernah menangkap bayangan samar-samar menyerupai bayi dalam foto yang mereka ambil di dalam kuil.

Peristiwa di Wat Phai Ngoen Chotinaram bukan hanya sekadar tragedi lokal, tetapi juga menjadi pengungkapan dari praktik aborsi ilegal yang mengancam hak kesehatan reproduksi perempuan dan kehidupan manusia yang tidak layak.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.