Kisah Angker Pantai Eksotis di Indonesia: Misteri Pantai Selong Belanak, Keindahan Alam serta Mitos yang Masih Kuat Bertahan

AKURAT.CO, Pulau Lombok, dengan segala pesonanya, telah lama menjadi tujuan wisata yang diminati.
Salah satu daya tarik utamanya adalah Pantai Selong Belanak, yang terletak di Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.
Pantai ini memiliki panjang sekitar 1 km dan ditandai dengan garis pantai yang melengkung seperti bulan sabit, dengan pasir putih dan air laut berwarna biru cerah.
Tapi keindahan pantai ini tidak hanya terletak pada pemandangannya yang menakjubkan.
Beberapa gundukan bukit di sepanjang pantai menambah kesan alam yang mirip dengan Hawaii, sehingga banyak wisatawan menyebutnya sebagai "Hawaii-nya Pulau Lombok".
Namun, di balik keindahannya, Pantai Selong Belanak menyimpan cerita mistis yang menarik.
Ketika berada di pantai ini, pengunjung akan melihat sebuah bukit berbentuk segitiga di hadapan pantai, yang dikenal sebagai Pulau Gunung Wayang.
Bentuknya yang menyerupai gunungan dalam pementasan wayang kulit memberikan kesan misterius.
Pulau ini diyakini memiliki kutukan yang mengerikan; siapa pun yang memasukinya tanpa izin pemangku adat bisa menghadapi kematian.
Keangkeran Pulau Gunung Wayang terbukti dengan banyaknya korban jiwa yang ditemukan meninggal setelah melanggar larangan ini.
Wisatawan yang ingin menjelajahi pulau ini harus meminta izin terlebih dahulu kepada pemangku adat di Lombok. Jika tidak, mereka tidak bisa kembali dengan selamat.
Konon, pulau ini dihuni oleh makhluk halus yang menjaganya, dan banyak wisatawan yang meninggal di sana tanpa alasan yang jelas.
Salah satu kisah tragis melibatkan seorang peselancar asing yang nekat mendekati pulau tersebut meskipun dilarang oleh warga setempat.
Akibatnya, ia meninggal tanpa sebab yang jelas, memperkuat mitos tentang keangkeran pulau ini.
Ada juga yang percaya bahwa pulau ini merupakan tempat tinggal para makhluk gaib yang mempengaruhi kejadian tragis di sana.
Meskipun mitos ini mungkin terdengar menakutkan, penting bagi kita untuk menghormati kepercayaan masyarakat lokal.
Mitos ini adalah bagian dari kearifan lokal yang harus disikapi dengan bijaksana.
Sementara kita menikmati keindahan alam Pulau Lombok, kita juga harus menghormati dan menghargai warisan budaya dan kepercayaan yang melekat di tempat ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time







