Jateng

Mengungkap Misteri serta Mitos Dibalik Keindahan Dataran Tinggi Dieng: Legenda yang Ada Pada Sumber Mata Air Suci Dieng

Theo Adi Pratama | 22 Maret 2024, 09:00 WIB
Mengungkap Misteri serta Mitos Dibalik Keindahan Dataran Tinggi Dieng: Legenda yang Ada Pada Sumber Mata Air Suci Dieng

AKURAT.CO, Di tengah keindahan alamnya yang memesona, Dieng juga dikenal sebagai tempat yang kaya akan sumber mata air yang dianggap keramat dan suci oleh masyarakat setempat.

Berbagai bentuk sumber mata air seperti tuk, sendang, sungai, sumur, atau telaga tersebar di berbagai penjuru Dieng, menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual dan kepercayaan masyarakat lokal.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah dan Asal Usul Sebuah Daerah: Sendangmulyo, Keberkahan dan Kearifan Lokal di Semarang

Salah satu sumber mata air yang sangat dihormati adalah Tuk Bimo Lukar, tempat penyucian diri yang diyakini telah ada sejak masa pembangunan candi-candi di Dieng.

Legenda tentang Tuk Bimo Lukar ditemukan dalam babad alas Dieng.

Kisahnya bermula ketika Tumenggung Kolodete membuka kembali dan bersemedi di sana.

Baca Juga: Penelusuran Sejarah Sebuah Daerah di Indonesia: Semarang, Sebuah Jejak Kota Pelabuhan dan Kearifan Budaya yang Masih Bertahan

Dari pertapaan tersebut, ia menemukan tujuh sumber mata air lainnya yang juga dianggap suci.

Tuk Bimo Lukar bukan hanya menjadi tempat penyucian diri, tetapi juga menjadi lokasi penyelenggaraan acara terbesar di Dieng, yaitu ruwat desa atau bersih-bersih desa.

Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat Dieng, di mana warga yang berada di luar daerah atau merantau akan pulang kampung untuk merayakannya bersama keluarga dan komunitas setempat.

Baca Juga: Sebuah Sejarah Perjalanan Masjid Sunan Kalijaga: Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam di Gunungkidul

Tradisi dan kepercayaan terhadap sumber mata air suci seperti Tuk Bimo Lukar menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kehidupan spiritual masyarakat Dieng.

Meskipun zaman terus berubah, keberadaan sumber mata air ini tetap dijaga dan dilestarikan sebagai bagian penting dari warisan budaya dan identitas lokal mereka.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.