Mengungkap Sejarah dan Asal Usul Sebuah Daerah: Sendangmulyo, Keberkahan dan Kearifan Lokal di Semarang

AKURAT.CO, Sendangmulyo, sebuah nama yang mengandung makna mendalam, merupakan gabungan dari dua kata, yaitu "Sendang" dan "Mulyo".
Dalam Bahasa Indonesia, sendang berarti kolam atau sumber air yang berasal dari mata air di dalamnya, sedangkan mulyo berarti mulia atau sejahtera.
Sehingga, secara harfiah, Sendangmulyo dapat diartikan sebagai kolam yang mulia atau sejahtera.
Menurut cerita dari tokoh masyarakat setempat, wilayah Sendangmulyo dahulu kaya akan sendang, yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.
Air dari sendang-sendang tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi dan memasak.
Dari sinilah asal muasal nama Kelurahan Sendangmulyo, yang menggambarkan keberkahan dan kemakmuran yang diberikan oleh air dari sendang-sendang tersebut kepada masyarakat di sekitarnya.
Baca Juga: Sebuah Sejarah Perjalanan Masjid Sunan Kalijaga: Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam di Gunungkidul
Saat ini, di Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, masih terdapat enam sendang yang masih berfungsi.
Keenam sendang tersebut terletak di berbagai RW, di mana masing-masing wilayah memiliki ciri khasnya sendiri.
Ada dua sendang di RW 8, satu sendang di RW 18, dua sendang di RW 20, dan satu sendang di RW 19.
Sebagai bentuk pelestarian dan penghormatan terhadap warisan lokal ini, Kelurahan Sendangmulyo secara rutin mengadakan kegiatan Bersih Sendang setiap Jumat Kliwon pada bulan Apit dalam kalender Jawa.
Kegiatan ini mencakup doa bersama, tumpengan, dan makanan bersama, sebagai wujud penghargaan atas keberkahan yang diberikan oleh sendang-sendang tersebut.
Dengan menjaga keberadaan sendang dan merawat tradisi lokal seperti kegiatan Bersih Sendang, Kelurahan Sendangmulyo tidak hanya melestarikan kekayaan alam dan budaya, tetapi juga menjaga kesatuan dan keharmonisan masyarakat di sekitarnya.
Sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, sendang-sendang ini terus menjadi penjaga keberkahan dan simbol kearifan lokal yang patut dilestarikan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah







