Jateng

Fakta Unik Vibes! Sejarah dan Perjalanan Waktu di Stasiun Purwodadi! Melihat Perkembangannya dari Masa Kolonial hingga Kondisi Kini

Theo Adi Pratama | 7 Agustus 2024, 08:00 WIB
Fakta Unik Vibes! Sejarah dan Perjalanan Waktu di Stasiun Purwodadi! Melihat Perkembangannya dari Masa Kolonial hingga Kondisi Kini

JATENG.AKURAT.CO, Purwodadi, kota kecil di Jawa Tengah, menyimpan sejuta kisah di balik bangunan-bangunan tua yang masih berdiri kokoh.

Salah satunya adalah Stasiun Purwodadi, saksi bisu perjalanan waktu dan perkembangan kota ini.

Stasiun yang kini telah nonaktif ini menyimpan begitu banyak cerita menarik, mulai dari masa pembangunannya pada era kolonial hingga akhirnya ditinggalkan.

Penasaran seperti apa perjalanan stasiun ini dan apa saja peristiwa penting yang pernah terjadi di sana? Yuk, kita telusuri bersama sejarah dan perkembangan Stasiun Purwodadi!

Baca Juga: Fakta unik Vibes! 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Coba Tinggal di Sidoarjo Minimal Sekali Seumur Hidup! Kota Industri yang Berkembang Pesat

Sejarah Stasiun Purwodadi

Stasiun Purwodadi (PW) merupakan stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Purwodadi, Grobogan, dan termasuk dalam Wilayah Aset IV Semarang.

Stasiun ini terletak di depan Pasar Induk Purwodadi, menjadikannya pusat aktivitas yang penting pada masanya.

Jalur lintas Samarang–Juwana dibangun berdasarkan konsesi tertanggal 10 September 1887.

Stasiun ini dibuka bersama dengan jalur Demak–Godong pada tanggal 15 November 1888 dan dilanjutkan ke Purwodadi pada tanggal 1 April 1889.

Pada masa itu, Stasiun Purwodadi menjadi titik penting dalam jaringan transportasi kereta api di Jawa Tengah.

Dua Stasiun Purwodadi

Dahulu, Stasiun Purwodadi ada dua, yaitu milik Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) dan Poerwodadie–Goendih Stoomtram Maatschappij (PGSM).

PGSM mengoperasikan kereta api di rute Purwodadi–Gundih, dan jalurnya selesai pada tanggal 28 November 1884.

Meskipun rute ini tidak terlalu banyak digunakan, PGSM tetap beroperasi hingga akhirnya merugi.

Karena utang yang besar, untuk menyelamatkan PGSM, saham, jalur, dan seluruh layanan PGSM diakuisisi oleh SJS pada 1 Januari 1892.

Jalurnya dipotong hanya sampai Ngrombo–Ngemplak, dan dua Stasiun Purwodadi (Purwodadi PGSM dan Purwodadi SJS) digabung menjadi satu, yaitu Stasiun Purwodadi SJS yang saat ini ada dengan bangunan yang lebih besar.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! 6 Alasan Ini Bikin Kamu Bakal Nggak Nyesel Bila Pindah ke Malang! Kotanya Benar Asri Sekali

Masa Kejayaan dan Penutupan

Stasiun Purwodadi tetap beroperasi hingga akhirnya ditutup bersama dengan jalur Demak–Purwodadi–Wirosari–Blora dan Wirosari–Kradenan pada tahun 1996.

Penutupan ini disebabkan oleh persaingan dengan transportasi lain seperti mobil pribadi dan angkutan umum yang semakin pesat.

Hingga kini, belum ada rencana reaktivasi untuk jalur ini.

Transformasi Menjadi Terminal Angkutan Kota

Kini, bangunan Stasiun Purwodadi telah beralih fungsi menjadi terminal angkutan kota.

Meski begitu, jejak sejarahnya masih terasa hingga kini. Stasiun ini pernah menjadi pusat aktivitas yang penting bagi masyarakat Purwodadi dan sekitarnya, menyimpan banyak cerita dan kenangan dari masa lalu.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Rahasia Terungkap, Kenapa Solo Jadi Incaran Banyak Orang Buat Tinggal? Ternyata Ini 6 Alasannya!

Stasiun Purwodadi memang sudah tidak beroperasi lagi, tetapi sejarah yang tertulis pada setiap sudut bangunan ini tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang kota kecil ini.

Stasiun ini pernah menjadi saksi bisu perkembangan dan perubahan yang terjadi di Purwodadi, dan meski kini telah berubah fungsi, warisan sejarahnya tetap tak terlupakan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.