Jateng

Borobudur Vibes! Jelajahi Keunikan dari 4 Mitos Candi Borobudur yang Bikin Kamu Penasaran dan Ingin Mengunjunginya!

Theo Adi Pratama | 24 Juli 2024, 14:59 WIB
Borobudur Vibes! Jelajahi Keunikan dari 4 Mitos Candi Borobudur yang Bikin Kamu Penasaran dan Ingin Mengunjunginya!

JATENG.AKURAT.CO, Candi Borobudur, mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia, tak hanya memukau dengan keindahan dan kemegahannya, tetapi juga menyimpan berbagai legenda dan mitos yang telah melegenda selama berabad-abad.

Mitos-mitos ini, meskipun tidak selalu berdasarkan fakta sejarah, telah menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat sekitar Candi Borobudur.

Penasaran dengan mitos-mitos apa saja yang masih dipercaya hingga saat ini? Berikut 4 di antaranya yang dijamin bikin kamu penasaran dan ingin mengunjungi Candi Borobudur:

Baca Juga: Prambanan Vibes! Gak Nyangka, 3 Mitos Candi Prambanan Ini Masih Dipercaya Sampai Sekarang, Benarkah?

1. Jam Raksasa

Mitos pertama adalah Candi Borobudur dipercaya sebagai jam raksasa.

Menurut mitos ini, stupa puncak candi berfungsi sebagai penanda waktu yang mengandalkan cahaya matahari.

Bayangan yang terbentuk dari stupa puncak akan jatuh pada salah satu stupa di tingkat bawahnya, menunjukkan informasi tentang waktu saat itu.

Pada zaman dahulu, ketika masyarakat masih menggunakan jam matahari untuk menentukan waktu, mitos ini menjadi sangat dipercaya.

Selain itu, candi ini juga diyakini mampu mengintegrasikan arah mata angin dengan baik, sehingga banyak orang yang menjadikan Candi Borobudur sebagai petunjuk arah yang akurat.

2. Kunto Bimo, Arca Keberuntungan

Mitos selanjutnya berkaitan dengan arca Buddha yang dikenal sebagai Kunto Bimo.

Arca ini dipercaya membawa keberuntungan bagi siapa pun yang dapat menyentuhnya.

Dalam bahasa Jawa, "Kunto" berarti permintaan, dan "Bimo" merujuk pada Bima, sosok pemberani dari kisah Mahabharata.

Mitos ini menarik banyak pengunjung yang berusaha menyentuh arca di dalam stupa berongga tersebut.

Namun, tidak semua orang dapat dengan mudah menyentuhnya. Sayangnya, tindakan ini dapat merusak kelestarian bangunan candi.

Baca Juga: Kebumen Urban Legend! Menguak Mitos dan Legenda Seputar Pantai Menganti, Apakah Benar Masih Memiliki Hubungan dengan Majapahit?

3. Singa Urung

Singa Urung adalah dua arca berbentuk singa yang terletak di sisi kanan dan kiri tangga candi.

Pengunjung akan menjumpai kedua arca ini saat memasuki kompleks candi. Mitos ini berkaitan dengan nasib hubungan percintaan.

Menurut mitos, jika sepasang kekasih melewati antara kedua arca tersebut, maka hubungan mereka akan gagal atau bahkan kandas.

Setiap hubungan tentu menghadapi ujian masing-masing dan tidak hanya tentang kebahagiaan. Apakah kamu mempercayai mitos ini?

4. Dibangun oleh Makhluk Halus

Selain arsiteknya yang masih misterius, proses pembangunan hingga siapa yang membangun Candi Borobudur juga menjadi mitos.

Konon, candi ini bukan dibangun oleh manusia, melainkan oleh makhluk halus.

Candi Borobudur, yang dibangun pada abad ke-8, memiliki gaya yang megah meskipun teknologi pada masa itu belum secanggih saat ini.

Oleh karena itu, banyak yang percaya bahwa candi ini dibangun dengan bantuan makhluk halus.

Tentu saja, butuh waktu bertahun-tahun dan kemampuan luar biasa untuk bisa mendirikannya.

Baca Juga: Boyolali Urban Legend! Rahasia Mitos Ritual Kungkum di Umbul Sungsang: Benarkah Bisa Mengatasi Berbagai Masalah?

Candi Borobudur bukan hanya merupakan mahakarya arsitektur yang memukau, tetapi juga menjadi pusat dari berbagai mitos dan legenda yang menambah daya tariknya.

Mitos tentang jam raksasa, arca keberuntungan Kunto Bimo, Singa Urung, dan pembangunan oleh makhluk halus adalah bagian dari kekayaan budaya dan tradisi yang melingkupi candi ini.

Terlepas dari apakah kamu mempercayai mitos-mitos tersebut atau tidak, mengunjungi Candi Borobudur tetap akan memberikan pengalaman yang luar biasa dan penuh misteri.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.