Jadi Pemimpin Wanita Pertama di Tanah Jawa, Ini 6 Fakta Ratu Shima dari Kerajaan Kalingga yang Dulu Ada di Jepara

JATENG.AKURAT.CO, Jadi Pemimpin Wanita Pertama di Tanah Jawa, Ini 6 Fakta Ratu Shima dari Kerajaan Kalingga yang Dulu Ada di Jepara.
Ratu Shima adalah ratu penguasa Kerajaan Kalingga yang terletak di Jawa tengah bagian utara sekitar tahun (674-695) M.
Beliau merupakan istri Raja Kartikeyasinga yang menjadi raja Kalingga saat berpusat di kediri Jatim (648 - 674) M.
Ketika suaminya, Raja Kartikeyasinga meninggal, Sang Ratu naik tahta Kerajaan Kalingga dan memindahkan kekuasaan di pantura jawa tengah dengan gelar Sri Maharani Mahissasuramardini Satyaputikeswara.
Kerajaan Kalingga ini diperkirakan mulai berdiri sejak abad ke-6 dan terletak di daerah pesisir utara Jawa Tengah.
Wilayah kekuasaan Kerajaaan Kalingga konon terdiri wilayah Pantura Jawa mulai dari Blora, Purwodadi, Salatiga, Jepara, dan Pekalongan.
Nah, apa saja 6 fakta Ratu Shima yang memerintah Kerajaan Kalingga yang konon lokasinya ada di wilayah Pantura Jawa ini. Simak selengkapnya.
Baca Juga: Ada Situs Gerbang Kuno Majapahit yang Tertinggal di Kota Pati, Kini Jadi Objek Wisata Sejarah
- Ratu Shima Bukanlah Keturunan Bangsawan
Ratu Shima bukan berasal dari kalangan bangsawan atau keturunan raja, melainkan putri seorang Brahmana, seorang pendeta yang kini tinggal di wilayah yang kita kenal sebagai Palembang.
Namun, ada beberapa pendapat lain tentang asal-usul Ratu Shima. Ada yang mengatakan dia adalah putri Hyang Sailendra atau cucu Santanu dari Sriwijaya.
Sementara pendapat lain menyebutkan bahwa dia adalah putri Depunta Hyang Sri Yayanaga, raja Sriwijaya dan Sempula. Dari berbagai pendapat ini, belum ada kepastian mengenai asal-usul sebenarnya Ratu Shima.
- Disebut Sebagai ‘Ibu” dari Raja-Raja Jawa
Sebelum mangkat, Ratu Shima membagi Kerajaan Kalingga menjadi dua wilayah.
Di bagian utara disebut Bumi Mataram/ Kalingga Utara (dirajai oleh Parwati, 695 M-716 M) bersama suaminya Rahyang Mandiminyak atau Prabu Suraghana selanjutnya Sang Sena atau Prabu Sanna.
Di bagian selatan disebut Bumi Sambara/ Kalingga Selatan dirajai oleh Narayana, adik Parwati, yang bergelar Iswarakesawa Lingga Jagatnata Buwanatala' (695 M-742) M. Sanjaya (cucu Parwati) putra Prabu Sanna dengan Dewi Sanaha, cicit Maharani Shima dan Dewi Sudiwara putri Dewasinga (cucu Narayana) menjadi suami isteri.
Perkawinan mereka adalah perkawinan antara sesama cicit Ratu Sima. Anak hasil perkawinan mereka bernama Rakai Panangkaran yang lahir tahun 717 M. Dialah yang di kemudian hari menurunkan raja-raja di Jawa Tengah.
- Sosok Ratu Pertama di Tanah Jawa
Ratu Shima menurut catatan sejarah merupakan ratu yang pertama di tanah Jawa. Ia sosok pemimpin Kerajaan Kalingga. Kendati dirinya, tidak lahir atau berasal dari Jawa.
Para sejarawan sepakat Ratu Shima dikenal juga sebagai Sihma atau Sima, adalah putri seorang pendeta dari wilayah Kerajaan Melayu Sribuja. Dalam buku "Perempuan - Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa" karya Krishna Bayu Adji dan Sri Wintala Achmad,
Disebutkan bahwa Ratu Shima lahir di sekitar wilayah Sungai Musi di Banyuasin pada tahun 611.
- Pernah Penghukum Putra Sendiri Karena Melanggar Peraturan
Di Kerajaan Kalingga ada peraturan barang siapa yang ketahuan mencuri akan dihukum potong tangan atau kaki.
Suatu hari ada seseorang yang menaruh emas di tengah pasar, namun tak sengaja sang putra Ratu Shima menyenggol emas itu dan dikira hendak mencuri emas.
Sang Ratu kemudian menjatuhkan hukuman kepada putranya. Meskipun pada keturunannya sendiri, tapi Ratu Shima ingin menunjukan keadilan kepada semua rakyatnya.
- Menjadi Ratu Karena Menggantikan Suaminya
Ratu Shima resmi menjadi Ratu di Kerajaan Kalingga pada tahun 674 M dengan menggantikan Prabu Kirathasingha yang merupakan suaminya karena meninggal dunia.
Ketika suaminya, Raja Kartikeyasinga meninggal, Sang Ratu naik tahta Kerajaan Kalingga dan memindahkan kekuasaan di pantura jawa tengah.
- Dikenal Sebagai Ratu yang Adil, Tegas dan Bijaksana
Ratu Shima mulai memimpin Kerajaan Kalingga pada tahun 674 M. Ia dikenal sebagai ratu yang tegas dan tidak pandang bulu.
Tak hanya itu, Ratu Shima menjunjung tinggi kejujuran, sehingga ia tidak akan segan memberikan hukuman kepada rakyatnya jika melakukan perbuatan yang tidak jujur.
Berkat kepemimpinannya yang keras dan tegas, Kerajaan Kalingga bisa maju secara pesat sehingga bisa dikenal sampai ke penjuru dunia.
Itulah ulasan mengenai 6 Fakta Ratu Shima dari Kerajaan Kalingga yang Dulu Ada di Jepara Sebagai Pemimpin Wanita Pertama di Pulau Jawa. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 4LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 5UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 6Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini







