4 Versi Silsilah Ratu Kalinyamat, Bernama Asli Retna Kencana dan Masih Ada Hubungannya Dengan Kerajaan Demak

JATENG.AKURAT.CO, 4 Versi Silsilah Ratu Kalinyamat, Bernama Asli Retna Kencana dan Masih Ada Hubungannya Dengan Kerajaan Demak.
Ratu Kalinyamat adalah puteri raja Demak Trenggana yang menjadi bupati di Jepara. Ia terkenal di kalangan Portugis sebagai sosok wanita yang tangguh dan pemberani.
Ratu Kalinyamat lahir pada tahun 1520 dan meninggal pada 1579. Beliau adalah istri Sultan Hadlirin, salah satu pangeran Kerajaan Demak yang bertahta di kawasan Jepara.
Ratu Kalinyamat punya nama asli Retna Kencana dan beliau merupakan anak ketiga dari Sultan Trenggana. Sementara Sultan Trenggana merupakan cucu dari Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak Bintara.
Inilah Silsilah Ratu Kalinyamat Pahlawan Wanita dari Jepara
Berdasarkan laporan hasil penelitian berjudul Ratu Kalinyamat: Perempuan Perintis Antikolonialisme 1549-1579, karya yang diterbitkan oleh Yayasan Dharma Bhakti Lestari, ada empat versi terkait silsilah Ratu Kalinyamat.
Pada versi pertama, dijelaskan dalam Serat Kandhaning Ringgit Purwa, Sultan Trenggana memiliki beberapa anak. Yakni, Retna Kenya, Renta Kencana (Ratu Kalinyamat), Retna Mirah dan Pangeran Prawoto.
Putrinya yang bernama Retna Kenya yang menikah dengan Kiai Langgar, Retna Kencana yang menikah dengan Kiai Wintang, Retna Mirah menikah dengan Pangeran Riye dan Pangeran Prawoto.
Kemudian ada versi kedua, dalam Babad Tanah Jawi, anak-anak Sultan Trenggana yaitu Putri menikah dengan Pangeran Sampang, Pangeran Prawata,
Putri menikah dengan Pangeran Hadiri, Putri menikah dengan Pangeran Cirebon, Putri menikah dengan Jaka Tingkir dan Pangeran Timur (JJ Ras, 1987).
Di versi ketiga menurut Babad Demak, anak-anak Sultan Trenggana yaitu Pangeran Mukmin yang diangkat menjadi wali oleh Sunan Giri dan berjuluk Sunan Prawata.
Kemudian, seorang putri yang menikah dengan Pangeran Langgar yang hidup di Madura. Lalu, putri yang menikah dengan Pangeran Hadirin, Bupati Kalinyamat,
Kemudian, ada putri yang menikah dengan Panembahan Pasarean putra Fatahillah. Dan seorang putra yang berjuluk Pangeran Timur yang kemudian diangkat menjadi Bupati madiun.
Adapun versi yang keempat, menurut bagan silsilah di Makam Mantingan Jepara, Sultan Trenggana memiliki anak-anak yaitu Pangeran Mukmin atau Pangeran Prawata.
Diketahui kalau Putri I menikah dengan Pangeran Langgar, Putri II Ratu Kalinyamat menikah dengan Pangeran Hadirin.
Putri III kawin dengan Pangeran Pasarean, Putri IV menikah dengan Joko Tingkir dan Putri V menikah dengan Pangeran Timur atau Adipati.
Ratu Kalinyamat merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional wanita dari Kabupaten Jepara. Nama bersanding pahlawan emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini.
Itulah ulasan sejarah mengenai Silsilah Ratu Kalinyamat Pahlawan Wanita dari Jepara, Masih Garis Keturunan Pendiri Kerajaan Demak. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?





