Jateng

6 Fakta Menarik Ratu Shima yang Pernah Memerintah Kerajaan Kalingga yang Konon Lokasinya Ada di Wilayah Pantura Jawa

Theo Adi Pratama | 17 Mei 2024, 20:04 WIB
6 Fakta Menarik Ratu Shima yang Pernah Memerintah Kerajaan Kalingga yang Konon Lokasinya Ada di Wilayah Pantura Jawa

JATENG.AKURAT.CO, 6 Fakta Ratu Shima yang Memerintah Kerajaan Kalingga yang Konon Lokasinya Ada di Wilayah Pantura Jawa.

Ratu Shima adalah ratu penguasa Kerajaan Kalingga yang terletak di Jawa tengah bagian utara sekitar tahun (674-695) M. 

Beliau merupakan istri Raja Kartikeyasinga yang menjadi raja Kalingga saat berpusat di kediri Jatim (648 - 674) M. 

Baca Juga: Warga Pantura Jarang Tahu, Ini 5 Rahasia Kenapa Mebel Jepara Disukai Banyak Orang

Ketika suaminya, Raja Kartikeyasinga meninggal, Sang Ratu naik tahta Kerajaan Kalingga dan memindahkan kekuasaan di pantura jawa tengah dengan gelar Sri Maharani Mahissasuramardini Satyaputikeswara.

Kerajaan Kalingga ini diperkirakan mulai berdiri sejak abad ke-6 dan terletak di daerah pesisir utara Jawa Tengah. 

Wilayah kekuasaan Kerajaaan Kalingga konon terdiri wilayah Pantura Jawa mulai dari Blora, Purwodadi, Salatiga, Jepara, dan Pekalongan.

Nah, apa saja 6 fakta Ratu Shima yang memerintah Kerajaan Kalingga yang konon lokasinya ada di wilayah Pantura Jawa ini. Simak selengkapnya.

  1. Menjadi Ratu Karena Menggantikan Suaminya

Ratu Shima resmi menjadi Ratu di Kerajaan Kalingga pada tahun 674 M dengan menggantikan Prabu Kirathasingha yang merupakan suaminya karena meninggal dunia.

Ketika suaminya, Raja Kartikeyasinga meninggal, Sang Ratu naik tahta Kerajaan Kalingga dan memindahkan kekuasaan di pantura jawa tengah.

Baca Juga: Meskipun Dekat Laut, Ternyata di Kawasan Pantura Jepara Ada 13 Desa Penghasil Biji Kopi Terbaik

  1. Sosok Ratu Pertama di Tanah Jawa

Ratu Shima menurut catatan sejarah merupakan ratu yang pertama di tanah Jawa. Ia sosok pemimpin Kerajaan Kalingga. Kendati dirinya, tidak lahir atau berasal dari Jawa.

Para sejarawan sepakat Ratu Shima dikenal juga sebagai Sihma atau Sima, adalah putri seorang pendeta dari wilayah Kerajaan Melayu Sribuja. Dalam buku "Perempuan - Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa" karya Krishna Bayu Adji dan Sri Wintala Achmad, 

Disebutkan bahwa Ratu Shima lahir di sekitar wilayah Sungai Musi di Banyuasin pada tahun 611.

  1. Ratu Shima Bukanlah Keturunan Bangsawan

Ratu Shima bukan berasal dari kalangan bangsawan atau keturunan raja, melainkan putri seorang Brahmana, seorang pendeta yang kini tinggal di wilayah yang kita kenal sebagai Palembang. 

Namun, ada beberapa pendapat lain tentang asal-usul Ratu Shima. Ada yang mengatakan dia adalah putri Hyang Sailendra atau cucu Santanu dari Sriwijaya.

Sementara pendapat lain menyebutkan bahwa dia adalah putri Depunta Hyang Sri Yayanaga, raja Sriwijaya dan Sempula. Dari berbagai pendapat ini, belum ada kepastian mengenai asal-usul sebenarnya Ratu Shima.

Baca Juga: Warga Pantura Wajib Tahu! 6 Surga Sate Enak di Jepara Ini Bikin Ngiler dan Ramah Kantong, Catat Alamatnya!

  1. Dikenal Sebagai Ratu yang Adil, Tegas dam Bijaksana

Ratu Shima mulai memimpin Kerajaan Kalingga pada tahun 674 M. Ia dikenal sebagai ratu yang tegas dan tidak pandang bulu.

Tak hanya itu, Ratu Shima menjunjung tinggi kejujuran, sehingga ia tidak akan segan memberikan hukuman kepada rakyatnya jika melakukan perbuatan yang tidak jujur.

Berkat kepemimpinannya yang keras dan tegas, Kerajaan Kalingga bisa maju secara pesat sehingga bisa dikenal sampai ke penjuru dunia.

  1. Pernah Penghukum Putra Sendiri Karena Melanggar Peraturan

Di Kerajaan Kalingga ada peraturan barang siapa yang ketahuan mencuri akan dihukum potong tangan atau kaki.

Suatu hari ada seseorang yang menaruh emas di tengah pasar, namun tak sengaja sang putra Ratu Shima menyenggol emas itu dan dikira hendak mencuri emas.

Sang Ratu kemudian menjatuhkan hukuman kepada putranya. Meskipun pada keturunannya sendiri, tapi Ratu Shima ingin menunjukan keadilan kepada semua rakyatnya.

Baca Juga: 6 Ragam Dialek Khas Orang Jepara, Sering Digunakan Kalau Ngobrol Sehari-Hari

  1. Disebut Sebagai ‘Ibu” dari Raja-Raja Jawa

Sebelum mangkat, Ratu Shima membagi Kerajaan Kalingga menjadi dua wilayah. 

Di bagian utara disebut Bumi Mataram/ Kalingga Utara (dirajai oleh Parwati, 695 M-716 M) bersama suaminya Rahyang Mandiminyak atau Prabu Suraghana selanjutnya Sang Sena atau Prabu Sanna. 

Di bagian selatan disebut Bumi Sambara/ Kalingga Selatan dirajai oleh Narayana, adik Parwati, yang bergelar Iswarakesawa Lingga Jagatnata Buwanatala' (695 M-742) M.

Sanjaya (cucu Parwati) putra Prabu Sanna dengan Dewi Sanaha, cicit Maharani Shima dan Dewi Sudiwara putri Dewasinga (cucu Narayana) menjadi suami isteri. 

Perkawinan mereka adalah perkawinan antara sesama cicit Ratu Sima. Anak hasil perkawinan mereka bernama Rakai Panangkaran yang lahir tahun 717 M. Dialah yang di kemudian hari menurunkan raja-raja di Jawa Tengah.

Itulah 6 Fakta Menarik Ratu Shima yang Pernah Memerintah Kerajaan Kalingga yang Konon Lokasinya Ada di Wilayah Pantura Jawa. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.