Jateng

Pilgub Jateng, Luthfi – Yasin Berpeluang Raih Suara NU Dibanding Andika – Hendi

Theo Adi Pratama | 22 November 2024, 11:28 WIB
Pilgub Jateng, Luthfi – Yasin Berpeluang Raih Suara NU Dibanding Andika – Hendi

Akurat.co – Nahdlatul Ulama sudah menegaskan tidak ikut campur dalam kontestasi Pilkada 2024. Namun meski begitu, warga NU yang berjumlah sangat banyak sangat menggiurkan sejumlah calon kepala daerah yang sedang berkontestasi.

Salah satunya di pemilihan gubernur Jawa Tengah yang diikuti oleh dua pasangan calon, yaitu nomor urut 01 Andika – Hendi dan nomor urut 02 Luthfi – Yasin.

Pengamat politik UIN Walisongo Semarang, Dr M Kholidul Adib mengatakan, di antara keduanya yang paling berpotensi bisa meraih suara NU adalah pasangan nomor urut 02, yakni Luthfi – Yasin.

Adib mengatakan bahwa sebenarnya NU tidak pernah mendeklarasikan dukungan kepada salah satu pasangan calon. Tapi kedekatan kepada calon tertentu itulah yang membuat warga NU memilih.

“Secara organisatoris NU tidak terlibat dalam dukung mendukung paslon cagub Jateng 2024, tetapi secara kultural semua warga NU berhak menyalurkan kepentingan politiknya kepada para paslon yang sedang berkontetasi dalam pilgub Jateng,” ujar Adib pada Jum’at (22/11/2024).

Menurut Adib, baik paslon nomor 1 Andika Perkasa - Hendrar Prihadi maupun paslon nomor 2 Ahmad Luthfi – Taj Yasin. Keduanya sama-sama mendapatkan tempat di hati warga NU.

“Hanya saja Pak Luthfi dan Taj Yasin berpeluang mendapatkan suara lumayan banyak dari warga NU karena beberapa faktor,” tuturnya.

Adib membeberkan faktor-faktor tersebut antara lain; pertama, ada hubungan dekat antara Ahmad Luthfi dengan sejumlah tokoh NU, karena Ahmad Luthfi merupakan kader NU dan alumni PMII Surabaya (organisasi mahasiswa yang secara ideologis-kultural berhubungan dengan NU).

Bahkan Ikatan alumni PMII Jawa Tengah membentuk tim relawan khusus untuk ikut terlibat memenangkan Ahmad Luhfi – Taj Yasin.

Kedua, Taj Yasin adalah putera KH Maemun Zubair seorang ulama sepuh yang sangat berpengaruh bagi warga NU tidak hanya di pantura timur tapi juga di sejumlah kawasan lain.

Ketiga, PKB dan PPP sebagai partai politik yang secara historis dan ideologis ada kaitan dengan NU juga melabuhkan dukungannya kepada Ahmad Luthfi – Taj Yasin.

Adib menuturkan, ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori sangat berpengaruh di kalangan warga NU terutama di kawasan Kedu dan sekitarnya.

Kalangan pesantren juga sudah dirajut oleh Taj Yasin sejak beliau menjadi calon wakil gubernur Jateng periode 2018-2023.

“Walau demikian ada juga sejumlah kalangan di NU yang mendukung Andika Perkasa – hendrar Prihadi apalagi ketua tim pemenangannya KH Umar Wahid, adik Gus Dur yang juga ada pengaruhnya di kalangan warga NU di Jateng,” bebernya.

Adib membeberkan, secara umum Taj Yasin mampu menggalang dukungan di kalangan pesantren di Jateng, walau ada beberapa alumni pesantren yang dukung paslon lain.

Jumlah warga NU di Jateng sangat besar sehingga keberadaan warga NU termasuk kaum milenial sangat besar bagi pemenangan calon pilgub Jateng.

“Tetapi kaum millennial NU sendiri sangat variatif ada yang berbasis di pesantren ada pula yang di perguruan tinggi,” tandasnya.        

Ahmad Luthi dan Taj Yasin sudah melakukan komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh NU dan pesantren guna menyamakan visi pembangunan Jateng ke depan.

Basis pendukung Ahmad Luthi - Taj yasin ada di pantura timur dan pantura barat.

Di Kedu ada pengaruh Gus Yusuf. Untuk Semarang Raya dan Solo Raya masih dominan Andika - Hendi.

Di daerah yang masih belum aman untuk Ahmad Luthfi - Taj yasin kemudian Jokowi ikut turun seperti di Banyumas yang masih jadi zona perebutan sehingga kemarin Jokowi ikut kampanye.

“Termasuk juga di Grobogan yang masih dominan Andika sehingga Jokowi ikut kampanye untuk Luthfi Yasin. kemudian di Semarang Raya dan Solo Raya yang masih jadi kawasan basis Andika – Hendi,” bebernya.

Sebetulnya, kata Adib, kompetisi pilgub hingga awal bulan lalu berjalan dengan sengit, ketika elektabilitas dan hasil survei Andika - Hendi mulai merangkak naik sementara elektabilitas Luhtfi - Yasin mulai stagnan, sehingga butuh keterlibatan mantan presiden Jokowi untuk turun gunung kampanye keliling sejumlah daerah.

Presiden Prabowo juga ikut memberikan dukungan untuk paslon Ahmad Luthfi - Taj Yasin untuk menaikkan kepercayaan publik kepada Ahmad Luhfi - Taj Yasin.

“Maka dengan demikian pilgub Jateng sudah selesai, alias game over,” tegasnya.

Adib mengatakan, di atas kertas hari ini peluang kemenangan Ahmad Luthfi - Taj Yasin lebih besar.

“Namun politik itu kadang penuh kejutan,” tegas Adib.

Apalagi, lanjut Adib, Jateng ini kandang banteng walau dikeroyok oleh semua partai non PDIP dan bahkan Presiden dan mantan presiden turun gelanggang kader PDIP tidak gentar.

“Jika Andika - Hendi dapat memenangkan pilgub Jateng maka itu sebuah keajaiban,” tutup Adib.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.