Prabowo-Gibran Unggul Tipis di TPS Tempat Penjabat Gubernur Jateng Mencoblos

AKURAT.CO, Dalam perhelatan demokrasi yang digelar pada 14 Februari 2024, pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berhasil unggul tipis di TPS 02, Gajahmungkur, Semarang.
Tempat pemungutan suara ini menarik perhatian karena menjadi lokasi Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, bersama istri menggunakan hak pilihnya.
Berdasarkan penghitungan suara yang dilakukan, pasangan Prabowo-Gibran berhasil mengumpulkan 75 suara.
Mereka diikuti erat oleh Ganjar Pranowo-Mahfud Md dengan 72 suara, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan 38 suara. Terdapat juga satu suara yang dinyatakan tidak sah.
Baca Juga: Antusias Warga Semarang Tetap Tinggi dalam Pemilu 2024 Meski Diguyur Hujan
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS tersebut, Prahanto Yudho Bagaskoro, menyampaikan bahwa antusiasme warga untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara kali ini sangat tinggi.
"Walaupun pagi hari diguyur hujan lebat, warga tetap antusias untuk datang ke TPS," ujar Bagas, sapaan akrab Prahanto.
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) telah mengumumkan 18 partai politik nasional dan 6 partai politik lokal yang berpartisipasi dalam Pemilu 2024.
Selain itu, terdapat tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bertarung dalam Pilpres 2024, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Baca Juga: Rektor USM Distribusikan Bantuan Logistik ke Warga Terdampak Banjir
Setelah melewati masa kampanye yang dimulai pada 28 November 2023 dan berakhir pada 10 Februari 2024, masa tenang dilaksanakan pada 11—13 Februari.
Pemungutan suara untuk Pemilu Legislatif dan Pilpres 2024 dilangsungkan pada 14 Februari 2024, menandai puncak dari proses demokrasi yang diikuti dengan antusias oleh masyarakat Indonesia.
Penjabat(Pj) Gubernur Jawa Tengah(Jateng) Nana Sudjana mengimbau masyarakat untuk tetap bersikap dewasa dalam menyikapi hasil Pemilihan Umum 2024, termasuk maraknya penghitungan cepat (quick count).
Baca Juga: Pemungutan Suara di 10 Desa Kabupaten Demak Ditunda Akibat Banjir
"Terkait nanti pasca hasil pemungutan suara, kami mengimbau pada masyarakat bahwa pilihan itu boleh berbeda, tetapi persaudaraan, rasa persatuan dan kesatuan lebih penting," katanya, di Semarang, Rabu.
Menurut dia, masyarakat memiliki hak untuk memilih kandidat yang dijagokannya dan bisa saja berbeda dengan orang lain, tetapi jangan sampai merusak hubungan perkawanan dan persaudaraan.
Setelah pemungutan suara, kata dia, nantinya hasil penghitungan suara secara cepat pastinya akan bermunculan mengumumkan perolehan secara bertahap masing-masing pasangan calon.
Baca Juga: Banjir Demak: Jumlah Pengungsi di Kudus Mencapai 3.393 Orang
"Kami berharap apapun nanti hasil pemungutan suara, nanti dari 'quick count' secara bertahap juga diumumkan, ada rasa kedewasaan bahwa yang namanya kontestasi ada yang menang dan kalah," katanya.
Siapapun yang menjadi kontestan dan pendukung kontestan Pemilu 2024, kata mantan Kapolda Metro Jaya itu, tidak hanya siap untuk menang, tetapi juga harus siap untuk kalah.
"Apapun, ini kontestasi dan saya harapkan jangan kemudian menimbulkan suatu permasalahan yang dapat mengganggu stabilitas wilayah Jateng," pungkasnya.
Senada, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga keguyuban dan kerukunan setelah penyelenggaraan pesta demokrasi.
"Tidak ada perbedaan. Perbedaan hanya ada saat di bilik suara. Karena kita tidak tahu siapa memilih siapa, dan pilihan itu dari hati terdalam," kata Ita, sapaan akrab Hevearita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









