Jateng

Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Berpotensi Hemat Biaya Konsumsi Rumah Tangga Hingga Rp200 Triliun per Tahun

Arixc Ardana | 20 Januari 2024, 14:32 WIB
Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Berpotensi Hemat Biaya Konsumsi Rumah Tangga Hingga Rp200 Triliun per Tahun

AKURAT.CO KENDAL, Program makan siang gratis yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, ternyata tidak hanya memberikan manfaat gizi seimbang untuk anak dan remaja dalam masa pertumbuhan, tetapi juga mampu memberikan potensi penghematan biaya konsumsi rumah tangga hingga mencapai Rp200 triliun per tahun.

Dalam acara Simulasi Penyajian Makanan Sehat, Bergizi, Terjangkau di Kendal, Jawa Tengah (18/0/2024), Ketua Umum Aksi Sahabat Gibran (AksiBaGi) Dadi Krismatono menjelaskan manfaat ekonomi dari program ini.

Simulasi tersebut melibatkan pengusaha katering yang tergabung dalam Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) dari tingkat pusat, provinsi Jawa Tengah, hingga Kabupaten Kendal.

Baca Juga: Wiranto Ajak Mantan Aparatur Desa Bergerak Bersama Rakyat Dukung dan Menangkan Prabowo-Gibran

Dadi mengilustrasikan bahwa program ini dapat memberikan penghematan biaya makanan sebanyak satu kali makan per anak, yang diserap negara.

Dengan biaya sekitar Rp15.000 hingga Rp18.000, negara dapat menyediakan makanan bergizi sesuai Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan.

"Bersama chef dan pelaku usaha boga kami sudah menghitung bahwa dengan Rp15.000 sampai Rp18.000, kita sudah bisa menyediakan makanan bergizi sesuai Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan," papar Dadi.

Dadi menambahkan bahwa jika satu kali makan membutuhkan Rp15.000, dalam 25 hari sekolah akan ada penghematan sebesar Rp375.000 per bulan

. Jika diakumulasikan secara nasional dengan jumlah siswa mulai dari SD hingga SMA dan SMK sebanyak 44,2 juta, maka penghematan dalam setahun mencapai Rp198,9 triliun.

"Bisa kita hitung cepat, dengan mempertimbangkan beberapa faktor lain, agregat penghematan biaya rumah tangga bisa mencapai Rp200 triliun. Ini baru siswa sekolah formal, belum termasuk santri dan yang lainnya. Ini penggerak ekonomi baru," jelas Dadi.

Acara simulasi makan siang sehat ini bukan hanya sekadar menyajikan makanan bergizi, tetapi juga menunjukkan variasi menu yang dapat disusun selama satu pekan.

Chef Fahrur Rosidi dari DPP PPJI memberikan ilustrasi menu dengan menggandeng pengusaha katering dalam upaya menciptakan makanan sehat, lezat, dan terjangkau.

Dalam rangka menyiasati agar anak-anak mau mengonsumsi sayur, Chef Arul menunjukkan inovasi menu "semur printil ayam" dengan memasukkan cincangan sayur ke dalam adonan protein.

Chef Arul berpendapat bahwa dengan kreativitas, makanan bergizi bisa menjadi lezat.

"Program makan siang gratis Prabowo-Gibran ini akan menjadi gerakan yang meluas dan melibatkan semua kalangan, mulai dari ibu-ibu orang tua murid, PKK, UMKM, pedagang pasar, hingga pelaku usaha lokal. Dampak ekonominya sangat besar," ujar Budi Syahmenan, Wakil Sekjen II PPJI di acara yang sama.

Simulasi makan siang sehat AksiBaGi ini akan diadakan di 20 titik di Jawa Tengah dan akan diterapkan oleh relawan AksiBaGi di seluruh Indonesia.

Program ini bukan hanya memberikan dampak positif terhadap gizi anak-anak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang signifikan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.