Jateng

Persibo Bojonegoro Mendapat Hukuman Denda 500 Juta Dan Pengurangan Poin 9 Karena WO Saat Melawan Deltras Sidoarjo

Afri Rismoko | 23 Januari 2025, 06:39 WIB
Persibo Bojonegoro Mendapat Hukuman Denda 500 Juta Dan Pengurangan Poin 9 Karena WO Saat Melawan Deltras Sidoarjo

JATENG.AKURAT.CO, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada Persibo Bojonegoro akibat insiden Walk Out (WO) saat laga melawan Deltras FC di Stadion Sasana Krida AAU, pada 18 Januari 2025.

Persibo tidak hanya mendapat denda sebesar Rp500 juta, tetapi juga harus menerima pengurangan 9 poin sebagai konsekuensi pelanggaran tersebut.

Detail Sanksi

  1. Pengurangan 9 Poin
    Pengurangan poin ini akan diberlakukan pada salah satu dari dua skema berikut:

    • Babak Play-Off Degradasi, jika Persibo lolos ke babak tersebut.
    • Babak Pendahuluan, dengan penyesuaian klasemen saat ini yang berdampak pada komposisi grup Play-Off Degradasi.
  2. Denda Rp500 Juta
    Denda ini merupakan sanksi finansial yang wajib dilunasi oleh Persibo sesuai dengan ketentuan waktu yang ditetapkan Komdis.

Sebelumnya, Persibo Bojonegoro tak terima dengan keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait pertandingan Liga 2 Indonesia 2024/2025 melawan Deltras Sidoarjo.

Laskar Angling Dharma -julukan Persibo- siap membawa masalah ini ke FIFA bila permasalahan tak kunjung usai.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI kemudian turun tangan dan memutuskan menganulir gol tersebut dengan alasan gol tidak sah.

Persibo menolak putusan itu dengan langsung melakukan banding ke Komite Banding (Komding).

Namun, banding dari Persibo Bojonegoro menolak. Lalu PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, membuat keputusan dengan menganulir gol tim tamu dan meminta kedua tim melakoni laga tunda sisa menit dengan keadaan Persibo tertinggal 0-1 kembali.

Bahkan, Persibo tak ragu untuk mempertimbangkan bakal membawa konflik ini ke FIFA bila PSSI dan PT LIB tak mampu mengatasi permasalahan dengan baik.

“Kami sudah menghubungi beberapa calon pengacara, baik dari luar dan dalam negeri untuk mendampingi kami,” katanya.

“Jika memang tidak selesai di sini, kami akan mengajukan hl ini ke ranah yang lebih tinggi, kami pertimbangkan untuk maju dan mengajukan gugatan-gugatan ke FIFA,” pungkas Deddy.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A