Jelang Lima Laga Krusial, Almeida Benahi Transisi Pertahanan Semen Padang yang Jadi Sorotan

JATENG.AKURAT.CO, Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida, mengakui bahwa tim Kabau Sirah memiliki masalah dalam transisi pertahanan, terutama ketika para pemain sedang fokus melakukan serangan ke jantung pertahanan lawan di beberapa pertandingan terakhir.
"Ketika memutuskan menyerang untuk menang, di saat bersamaan kita mengalami masalah transisi pertahanan," kata Eduardo Almeida di Padang, Jumat (18/4/2025).
Edu, sapaan akrabnya, tidak menyangkal bahwa dalam beberapa laga sebelumnya, Semen Padang sering kebobolan gol, terutama di 10 menit terakhir pertandingan.
Hasil analisisnya menunjukkan bahwa situasi tersebut terjadi karena ketidaksiapan dan keterbatasan lini pertahanan dalam mengantisipasi serangan balik lawan.
"Jadi, ketika kita dalam posisi tertinggal dan ingin memenangi pertandingan ada risiko besar yang dipertaruhkan," ujar pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.
Baca Juga: Harapkan Kepemimpinan Wasit Fair, Teco Siapkan Strategi Bali United Curi Poin di GBLA Malam Ini
Menurut Almeida, taktik menyerang habis-habisan ini tidak diterapkan pada paruh musim pertama karena pertimbangan tertentu.
Namun, di paruh kedua Liga 1, strategi ini terpaksa diambil mengingat posisi Semen Padang yang sedang berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi.
Pemain-pemain sayap seperti Irkham Mila dan Firman Juliansyah dimaksimalkan pergerakannya di sisi kanan dan kiri lapangan untuk mengeksploitasi pertahanan lawan, dengan harapan dapat membantu Ridwan atau Cornelius Stewart dalam mencetak gol.
"Tetapi situasi akan berbeda kalau kita punya poin yang lebih aman maka tim bisa bermain lebih tenang tanpa harus mengambil risiko yang besar," kata pelatih asal Portugal itu.
Menjelang lima laga terakhir Semen Padang, Edu tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perubahan taktis, termasuk menarik pemain tengah seperti Rosad Setiawan ke barisan pertahanan.
Opsi ini terpaksa akan diambil jika Semen Padang kehilangan pemain belakang atau ada pemain yang tidak siap tampil.
"Jika ada pemain yang cedera atau tidak siap tampil mau tidak mau kita akan melakukan itu," ujarnya.
Dalam lima pertandingan terakhirnya, Semen Padang akan menghadapi lawan-lawan berat, yaitu Persija Jakarta (27 April), Madura United (4 Mei), Persebaya Surabaya (11 Mei), Persik Kediri (18 Mei), dan Arema FC (24 Mei 2025).
Almeida menyadari bahwa masalah transisi pertahanan ini perlu segera diatasi untuk menghadapi tantangan di sisa musim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Profil Instagram Wasit Persijap vs Persib Disorot, Ini Catatan 2 Laga yang Dipimpin Erfan Efendi
- 2Prediksi Skor Dewa United vs PSS Sleman: Super Elang Jawa Memburu Kemenangan Perdana
- 3SKOR Hasil Akhir De Red FC vs RANS Nusantara: Drama 6 Gol, Kemenangan Tuan Rumah Buyar di Depan Mata
- 4Dugaan Penganiayaan Advokat di Cafe Jl Veteran Semarang Naik ke Penyidikan, Komisi III DPR RI Akan Memantau
- 5Hasil SKOR Akhir PSPS Riau vs Persiraja: Tuan Rumah Menang 2-1, Misi Bangkit Berhasil
- 6Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 7Polemik Pakuwon Mall Gombel Lama Bergulir, Wali Kota Semarang Didesak Bertanggung Jawab
- 8Menkomdigi dan GP Ansor Jateng Ingatkan Masyarakat Tentang Ancaman Siber, dari Phishing hingga Penyalahgunaan Data
- 9Boox Palma 3 Resmi Meluncur, E-Reader Saku dengan Android 16 dan Bodi Aluminium
- 10Satu Dekade Dorong Energi Bersih, SUN Masuki Babak Baru Elektrifikasi Industri Indonesia




