VAR Berhasil Hindari Kesalahan Penting di Final EPA U20 Persis Solo vs Persita Tangerang, Thoriq M Alkatiri Anulir Penalti

AKURAT.CO, Dalam laga sengit final Elite Pro Academy U20 yang mempertemukan Persis Solo dan Persita Tangerang, teknologi Video Assistant Referee (VAR) memainkan peran penting dalam menegakkan keadilan permainan.
Sebuah insiden di kotak penalti yang melibatkan pemain Persita U20 yang dilanggar oleh pemain Persis U20 menjadi pusat perhatian.
Wasit pertandingan, Thoriq M Alkatiri, mengambil langkah bijak untuk berkonsultasi dengan tim wasit VAR & AVAR di VAR Room sebelum mengambil keputusan.
Baca Juga: Stefano Cugurra Ajak Bali United Kerja Keras dan Suporter Penuhi Stadion Saat Menjamu PSIS
Setelah melalui proses VAR Checking untuk menentukan apakah terjadi pelanggaran atau tidak, terungkap bahwa tidak terjadi pelanggaran dalam insiden tersebut.
Kejadian ini menegaskan pentingnya VAR dalam menunjang integritas permainan sepak bola.
Keberhasilan teknologi ini dalam memberikan keadilan di pertandingan tingkat tinggi patut diapresiasi.
Implementasi VAR diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas keputusan wasit dan membawa perubahan positif bagi sepak bola Indonesia.
Laga tersebut membuat Persis Solo U-20 berhasil menyabet gelar champions Elite Pro Academy (EPA) U-20, usai membekuk Persita Tangerang 3-1 (1-1) di Stadion Manahan, Kamis (7/3/2024).
Kota Solo bergema kegembiraan pada sore ini, seiring dengan keberhasilan tim Persis Solo U-20 yang meraih gelar champions Elite Pro Academy (EPA) U-20.
Pertandingan yang digelar di Stadion Manahan, Kamis (7/3/2024), menyaksikan Persis Solo membalikkan keadaan dan akhirnya mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 3-1.
Kondisi pertandingan awal sempat menegangkan bagi publik Solo ketika Persita Tangerang unggul lebih dulu melalui gol yang diciptakan oleh Ikwan Ali Tanamal pada menit ke-18.
Namun, semangat dan serangan yang diperkuat oleh tim asuhan Alief Syafrizal membuahkan hasil. Ahmad Athallah menjadi pahlawan dengan gol penyama kedudukan di menit ke-30, disusul gol dari Ibnul Mubarak pada menit ke-51, dan Dicky Daniel yang memastikan kemenangan di menit ke-73.
Drama penalti yang hampir terjadi pada menit ke-81 menambah ketegangan. Reza Alfariz dari Persis Solo dianggap melanggar Kaka Reda dari Persita Tangerang di area penalti.
Wasit Thoriq M Alkatiri sempat akan memberikan hadiah penalti, namun setelah memanfaatkan teknologi VAR, keputusan tersebut dibatalkan.
Kemenangan Persis Solo ini tidak hanya sekedar menambah trofi, tapi juga menjadi penanda khusus dalam merayakan 100 tahun perjalanan tim di dunia sepak bola.
Euforia suporter di Stadion Manahan menjadi saksi bagaimana Persis Solo merajai kompetisi EPA U-20 tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









