Jateng

Laga PSIS Semarang vs Dewa United Terancam Digelar Tanpa Penonton, H-3 Izin Keamanan Belum Juga Turun

Arixc Ardana | 20 Februari 2024, 20:58 WIB
Laga PSIS Semarang vs Dewa United Terancam Digelar Tanpa Penonton, H-3 Izin Keamanan Belum Juga Turun

AKURAT.CO, Laga PSIS Semarang vs Dewa United di pekan ke-25 Liga 1 2023/24, yang rencananya akan digelar pada Jumat 23 Februari 2024 mendatang, terancam digelar tanpa penonton.

Pasalnya, hingga H-3 laga PSIS Semarang vs Dewa United, izin keamanan dari Polda Jateng, yang diperlukan dalam pelaksanaan pertandingan belum juga turun 

Seperti diketahui, laga PSIS Semarang vs Dewa United  batal digelar di Stadion Jatidiri karena home base Mahesa Jenar tersebut tengah direnovasi, hingga pertandingan dipindahkan ke Stadion Moch Soebroto Magelang

Baca Juga: UPDATE! Jumlah Korban dan Kronologi Penyebab Ledakan di Pabrik Semen Padang, Pekerja Alami Luka Bakar hingga 20 Persen

PSIS Semarang tengah mempersiapkan diri untuk menggelar pertandingan kandang melawan Dewa United di Stadion Moch Soebroto, Magelang, pada Jumat 23 Februari 2024 mendatang

Laga PSIS Semarang vs Dewa United di merupakan pertandingan pekan ke-25 Liga 1 2023/2024.

Namun, persiapan tersebut tidak berjalan mulus karena terkendala berbagai persyaratan teknis dan non-teknis yang harus dipenuhi sebelum pertandingan dapat berlangsung.

Manajemen klub PSIS Semarang sedang melakukan persiapan mendesak untuk memenuhi asesmen teknis dan non-teknis yang diminta, termasuk kelengkapan fasilitas stadion dan masalah keamanan.

Akibatnya, laga kandang PSIS Semarang vs Dewa United tersebut terancam digelar tanpa disaksikan penonton secara langsung di stadion.

Kasi Humas Polres Magelang Kota, Iptu Untung Harjanto, mengungkapkan bahwa izin keamanan dari Polda Jawa Tengah masih dalam proses pertimbangan.

Hingga saat ini, Polres Magelang Kota belum menerima disposisi resmi terkait izin tersebut.

"Pihaknya (Polres Magelang Kota) telah menyampaikan berbagai pertimbangan ke Polda Jateng untuk menjadi bahan rekomendasi," tutur Iptu Untung.

Beberapa masalah yang menjadi perhatian utama termasuk akses jalan yang sempit menuju stadion, sarana parkir yang tidak memadai, dan keterbatasan jalur evakuasi.

Uji kelayakan stadion yang dilakukan oleh Mabes Polri dan PSSI pada tahun 2022 telah mengidentifikasi beberapa isu kritis terkait infrastruktur stadion.

"Akses menuju stadion yang sempit dan terbatas, serta hanya satu jalur keluar dari komplek stadion menjadi tantangan utama," jelas Iptu Untung.

Meski demikian, Polres Magelang Kota menegaskan akan tetap menunggu surat izin resmi dari Polda Jateng sebelum memberikan izin keamanan untuk pertandingan tersebut.

Keamanan menjadi prioritas utama, mengingat pertandingan sepak bola selalu menarik perhatian dan hadirin suporter dalam jumlah besar.

Manajemen PSIS Semarang dan semua pihak terkait diharapkan dapat segera menyelesaikan persyaratan yang dibutuhkan agar laga kandang melawan Dewa United dapat berlangsung dengan lancar dan aman.

Hal ini menunjukkan pentingnya kerjasama antara klub, pihak keamanan, dan otoritas terkait dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan seluruh penonton dan pihak yang terlibat dalam pertandingan.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengumumkan rencana renovasi Stadion Jatidiri, Semarang, yang akan dimulai pada bulan Februari ini.

Renovasi tersebut akan melibatkan sejumlah aspek, termasuk perbaikan single seat penonton, drainase, dan rumput stadion, serta penyempurnaan aspek keselamatan dan keamanan.

Menurut pengelola Stadion Jatidiri, renovasi ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas infrastruktur stadion dalam rangka menyelenggarakan acara olahraga skala internasional, seperti Piala AFF U16.

Namun, dampak dari renovasi ini akan dirasakan oleh PSIS Semarang, tim sepakbola yang bermarkas di stadion tersebut.

Pasalnya, PSIS Semarang akan menjadi tim tamu untuk sementara waktu selama proses renovasi Stadion Jatidiri berlangsung hingga Oktober 2024.

Hal ini tentu menjadi tantangan bagi PSIS, terutama dalam menentukan lokasi alternatif untuk menjalani pertandingan kandang mereka.

Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi, mengungkapkan kejutan dan kesulitan yang dihadapi tim akibat renovasi ini.

"Saya sangat terkejut mendengar kabar bahwa rumput harus dibongkar total, tapi setelah kami lihat saat hujan deras ternyata memang benar penyerapan air tidak maksimal sehingga lapangan banjir. Oleh sebab itu mau gak mau rumput harus dibongkar total karena Jatidiri disiapin untuk gelaran internasional Piala AFF U16," ujar Yoyok.

Yoyok juga menegaskan bahwa PSIS meminta maaf kepada para suporter karena tidak dapat melanjutkan sisa kompetisi di Stadion Jatidiri.

Namun, meskipun dihadapkan pada situasi sulit ini, PSIS berkomitmen untuk tetap berjuang di sisa kompetisi.

Saat ini, manajemen PSIS sedang aktif mencari alternatif stadion di Jawa Tengah, seperti di Magelang dan Solo, untuk menjadi tuan rumah dalam beberapa pertandingan sisa di BRI Liga 1 2023/24.

Pertandingan kandang terdekat PSIS adalah melawan Dewa United pada Jumat (23/2).

Meskipun terjadi perubahan lokasi pertandingan, PSIS tetap bertekad untuk memberikan performa terbaik dan meraih hasil positif untuk para pendukung setia mereka.

Semoga dengan kerjasama semua pihak, PSIS mampu mengatasi tantangan ini dengan baik dan tetap menjaga semangat juang dalam mengarungi kompetisi sepakbola nasional.

***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.