Jateng

PSCS Cilacap Batal Degradasi? Kalteng Putra Didiskualifikasi dari Liga 2? Tunggu Keputusan PT LIB

Arixc Ardana | 5 Februari 2024, 09:50 WIB
PSCS Cilacap Batal Degradasi? Kalteng Putra Didiskualifikasi dari Liga 2? Tunggu Keputusan PT LIB

AKURAT.CO, PSCS Cilacap Batal Degradasi? Kalteng Putra Didiskualifikasi dari Liga 2? Tunggu Keputusan PT LIB

Keputusan para pemain Kalteng Putra yang menolak untuk bermain di dua laga terakhir, khususnya saat pertandingan melawan Persekat Tegal menimbulkan polemik di Grup D Playoff Liga 2 Degradasi 

Bagi PSCS Cilacap yang kalah di laga terakhir melawan Persipura, harus terdegradasi ke Liga 3 akibat kalah selisih gol atas Persekat yang menang WO 3-0 atas Kalteng Putra

Baca Juga: KONI Jateng Dinilai Tak Transparan Penyaluran Dana Pembinaan ke Cabor, Bona Diminta Mundur

Sebelumnya, Stadion Mandala, Kota Jayapura menjadi saksi dari pertarungan sengit dan dramatis pada Sabtu (3/2/2024) antara PSCS Cilacap dan tuan rumah Persipura Jayapura.

Pertandingan ini merupakan laga penentuan dalam playoff degradasi Liga 2, yang pada akhirnya mengakibatkan PSCS Cilacap harus mengakui keunggulan Persipura Jayapura dengan skor tipis 1-0.

Meski PSCS Cilacap hanya membutuhkan hasil imbang untuk bertahan di Liga 2, tekanan dari tuan rumah Persipura Jayapura membuat pertandingan menjadi sulit.

Pasukan Hiu Selatan harus menghadapi gempuran tim tuan rumah tanpa mampu menahan serangan yang dilancarkan.

Kondisi semakin sulit ketika satu pemain PSCS harus dikeluarkan dari lapangan akibat kartu merah, memberikan keuntungan bagi Persipura Jayapura.

Gol semata wayang yang tercipta pada menit ke-65 menjadi pukulan telak bagi PSCS Cilacap.

Dengan bermain dengan sepuluh pemain, tim tamu kesulitan untuk menyamakan kedudukan, dan akhirnya harus menerima kekalahan yang pahit di Stadion Mandala.

Kondisi yang tidak menguntungkan tersebut membuat PSCS Cilacap berada di ambang degradasi dari Liga 2.

Selanjutnya, nasib mereka bergantung pada hasil pertandingan antara Kalteng Putra dan Persekat Tegal.

Namun, drama semakin memuncak ketika Kalteng Putra tidak muncul di lapangan untuk pertandingan yang telah dijadwalkan.

Insiden ini terjadi di hari pertandingan, di mana kedua tim seharusnya bersaing di lapangan hijau sesuai dengan agenda Liga 2.

Meskipun semua persiapan dan regulasi pertandingan telah dipenuhi, hingga waktu kick-off yang ditentukan, Kalteng Putra tidak kunjung hadir di lapangan.

Dengan tidak hadirnya Kalteng Putra, Persekat Tegal secara otomatis meraih kemenangan walkover (wo) sesuai dengan aturan yang berlaku.

Panitia pertandingan dengan tegas memberikan kemenangan ini kepada Persekat Tegal, memastikan bahwa semua aturan telah diikuti dan tidak ada pilihan lain selain memberikan poin penuh atas ketidakhadiran lawan.

Dengan demikian, sementara PSCS Cilacap harus menelan kekalahan di Stadion Mandala, Persekat Tegal melangkah maju dengan kemenangan walkover, memastikan keberlanjutan mereka di Liga 2.

Namun kabar terbaru datang bahwa Kalteng Putra didiskualifikasi dari Liga 2 akibat dua kali mangkir pertandingan

Meski sejauh ini belum ada keputusan resmi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 dan Liga 2, terkait keputusan tersebut

Namun jika kabar tersebut benar, maka di Grup D hanya diikuti 3 tim, yakni Persipura , PSCS Cilacap dan Persekat Tegal

Hasil pertandingan ketiga tim tersebut saat melawan Kalteng Putra akan dihilangkan

Jika benar demikian, maka peringkat akhir di Grup D Playoff Liga 2 Degradasi kemungkinan besar akan berubah

Klub yang terdegradasi ke Liga 3 bersama Kalteng Putra juga bisa saja berubah, sebab hasil pertandingan berubah, yang berimbas pada perubahan poin,  demikian juga dengan jumlah selisih gol 

Namun keputusan final terkait polemik di Grup D Playoff Liga 2 Degradasi berada di tangan PT LIB, yang sampai berita ini dimuat, belum memberikan tanggapan secara resmi

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.