Prakiraan Cuaca Semarang 28 Oktober 2026: Hujan Ringan yang Malas, Tapi Jateng Diminta Siaga

JATENG.AKURAT.CO, Semarang hari ini tidak dibanjiri hujan deras, melainkan hujan ringan yang datang sebentar-sebentar dan pergi tanpa pamit, sementara di luar kota, 16 daerah di Jawa Tengah justru masuk kategori waspada cuaca ekstrem dan provinsi ini berstatus Siaga hujan lebat hingga sangat lebat.
Bayangkan pagi di Semarang. Langit berawan, udara gerah, dan matahari kadang menyembul di antara awan yang enggan menumpahkan isinya. Sekitar pukul sepuluh, hujan turun. Ringan. Cuma cukup untuk membuat jalan basah dan motor mengeluarkan suara desis ban di aspal. Lima belas menit kemudian, hujan berhenti. Matahari kembali. Gerah lagi.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, menjelaskan pola ini dengan gamblang. “Kondisi cuaca pada pagi hari umumnya berawan. Namun, memasuki siang hingga awal malam, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi mengguyur secara merata,” ujarnya, seperti dikutip Media Indonesia edisi 28 Oktober 2026.
Kalimat “ringan hingga lebat” itu penting. Artinya, Semarang tidak seragam. Ada kecamatan yang cuma kebagian gerimis. Ada yang kena hujan sedang. Dan ada yang, kalau awannya kebetulan terlalu berat, bisa dapat hujan yang lebih deras dari perkiraan.
Semarang: hujan ringan, tapi jangan tinggalkan payung
Data BMKG per kecamatan menunjukkan variasi yang cukup jelas. Semarang Tengah, Semarang Utara, Semarang Timur, Gayamsari, dan Genuk diprakirakan hujan ringan, dengan suhu 26–33 derajat Celsius dan kelembapan 54–94 persen.
Suara Merdeka mencatat angka yang sedikit berbeda: suhu 24–29 derajat Celsius, kelembapan 74–95 persen, dengan potensi hujan ringan disertai petir yang tidak merata. Angin bertiup dari barat laut ke barat daya hingga tenggara, kecepatan 3–8 kilometer per jam.
Perbedaan angka ini bukan kontradiksi. Ia cerminan dari titik pengamatan dan jam rilis yang berbeda. Yang perlu dipegang: hujan hari ini bukan hujan yang menggenang, tapi cukup untuk membuat jas hujan di bawah jok motor tetap berguna.
RRI, dalam prakiraan ibu kota provinsi se-Indonesia, menempatkan Semarang dalam kategori hujan sedang, bukan ringan. Tribun Jateng menyebut hujan ringan. Kompas menulis hujan ringan dengan suhu 22–27 derajat Celsius.
Tiga sumber, tiga angka yang tidak persis sama. Tapi semuanya sepakat pada satu hal: Semarang hari ini basah, bukan kering.
Jateng: Siaga hujan lebat, 16 daerah waspada
Di tingkat provinsi, nada peringatannya lebih tinggi. BMKG menempatkan Jawa Tengah dalam status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat, bersama Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan DI Yogyakarta.
Status Siaga bukan status Waspada. Ia merujuk pada potensi hujan yang bisa memicu bencana hidrometeorologi: banjir, longsor, dan luapan air yang mengganggu aktivitas.
Media Indonesia merilis daftar 16 daerah yang masuk kategori waspada cuaca ekstrem: Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Temanggung, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani, Harits Syahid Hakim, menyebut puncak hujan di periode ini jatuh pada 27–28 Oktober. “Terutama tanggal 27–28 itu puncaknya, hujannya akan cukup lebat,” katanya, seperti dikutip detikJateng.
Wilayah yang perlu diwaspadai, lanjutnya, ada di bagian tengah seperti Banyumas, Pemalang, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, lalu di timur ada Karanganyar dan Blora, serta di selatan ada Temanggung dan Cilacap.
Hujan petir di Banyumas dan Banjarnegara
Kompas edisi 27 Oktober 2026 memberikan rincian yang lebih spesifik. Banyumas dan Banjarnegara berpotensi hujan petir. Cilacap, Purbalingga, Magelang, Boyolali, Sragen, Jepara, Demak, Kendal, Tegal, dan Kota Surakarta diprakirakan hujan sedang. Semarang, Sukoharjo, Klaten, dan sejumlah daerah lain berada di kategori hujan ringan atau berawan.
Suhu udara di Jateng bergerak dari 19 hingga 32 derajat Celsius, tergantung wilayah. Wonosobo paling sejuk, 19–23 derajat. Demak paling hangat, 24–32 derajat.
Angin kencang juga masuk daftar peringatan. Kecepatan hingga 35 kilometer per jam berpotensi terjadi di Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, dan Karanganyar.
Rob mulai mereda, tapi awal November naik lagi
Di pesisir, kabar sedikit lebih tenang. Pasang air laut atau rob disebut mulai mereda dengan ketinggian maksimum 0,7 meter. Tapi banjir di beberapa kawasan pesisir Pantura belum sepenuhnya surut.
Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, mengingatkan bahwa potensi rob di perairan utara diperkirakan kembali meningkat pada awal November, dengan ketinggian mencapai 1,1 meter.
Bagi warga Kaligawe dan sekitarnya, angka 1,1 meter bukan angka yang bisa diabaikan. Bulan lalu, genangan setinggi lebih dari 50 sentimeter sudah cukup untuk melumpuhkan jalur Pantura.
Musim hujan belum benar-benar datang
Satu hal yang perlu diluruskan: hujan hari ini bukan tanda musim hujan sudah tiba. Ia masih bagian dari masa peralihan.
“Saat ini posisinya El Nino masih kuat hingga awal tahun, nanti akan ada perubahan ke musim hujan, kondisinya langsung drastis. Saat ini kita sebutnya antara musim kemarau ke hujan, transisi,” kata Harits.
Awal musim hujan di Jateng diperkirakan berlangsung bertahap. Wilayah tengah mulai dasarian pertama hingga kedua November. Wilayah timur-tengah seperti Kabupaten Semarang, Boyolali, Salatiga, dan Kota Semarang bagian selatan masuk dasarian ketiga November. Pantura dan wilayah selatan seperti Purworejo dan Wonogiri baru mulai awal hingga pertengahan Desember.
Artinya, hujan yang turun hari ini adalah pemanasan. Bukan pertandingan penuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3Kota Semarang Berduka, Atlet Silat Ayudiah Rivana Tridiandinita Berpulang usai Ikuti Kejuaraan Porprov Jateng 2026
- 4LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 5UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 6Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 8Gempa GunungKidul 2 Menit Lalu, Gempa 5,2 M Guncang Gunung Kidul Malam Ini, Guncangan Terasa hingga Yogya, Bantul Sleman Pacitan Kediri
- 9GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 10Kronologi Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Usai Operasi Cedera, Penyebab Masih Ditelusuri



