Infinix XENERGY Resmi Meluncur, Power Station Portabel Mulai Rp2 Jutaan dengan Baterai hingga 1.000Wh

JATENG.AKURAT.CO, Infinix memperluas ekosistem produknya dengan menghadirkan lini solusi daya portabel melalui Infinix XENERGY.
Produk ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik saat bepergian, beraktivitas di luar ruangan, hingga menjadi sumber daya cadangan di rumah maupun tempat usaha.
Infinix XENERGY hadir dalam dua pilihan, yakni XENERGY S320 dan XENERGY L1000.
Keduanya menawarkan kapasitas baterai, daya keluaran, serta fitur yang berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna.
Harga Infinix XENERGY dimulai dari Rp2 jutaan untuk model S320. Sementara itu, XENERGY L1000 hadir dengan kapasitas baterai lebih besar, mencapai 1.000Wh, yang ditujukan bagi pengguna dengan kebutuhan pasokan listrik lebih tinggi.
Melalui produk ini, Infinix tidak hanya berfokus pada smartphone, tetapi juga mulai memperluas portofolio teknologi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Country Manager Infinix Indonesia, Tommy Xiong, menyebut kebutuhan energi masyarakat kini semakin beragam, termasuk untuk mendukung produktivitas dan menjaga perangkat elektronik tetap beroperasi ketika akses listrik terbatas.
Infinix XENERGY S320, Power Station Portabel Mulai Rp2 Jutaan
Infinix XENERGY S320 menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan sumber listrik portabel dengan desain relatif ringkas.
Perangkat ini dibekali baterai berkapasitas 100.000 mAh atau sekitar 320Wh, dengan bobot sekitar 3,3 kilogram.
Menurut Infinix, bobot tersebut sekitar 34 persen lebih ringan dibandingkan produk sejenis.
Dengan ukuran dan kapasitas yang ditawarkan, XENERGY S320 dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari camping, perjalanan darat, bekerja di luar ruangan, hingga pembuatan konten di lokasi yang minim akses listrik.
Portable power station ini mendukung output AC hingga 200W. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk memasok daya ke laptop, lampu portabel, serta perangkat elektronik lain yang sesuai dengan batas daya keluarannya.
Infinix turut menyediakan sembilan port output untuk menunjang kebutuhan pengisian berbagai perangkat.
Selain stopkontak AC, tersedia port USB-A, USB-C, dan DC sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan koneksi tanpa harus selalu membawa adaptor tambahan.
Untuk pengisian ulang, XENERGY S320 mendukung tiga metode, yaitu melalui USB-C dengan daya hingga 65W, adaptor AC 80W, serta panel surya dengan input hingga 100W.
Dukungan panel surya memberikan alternatif pengisian daya ketika pengguna berada di luar ruangan dan jauh dari sumber listrik konvensional.
Dari sisi ketahanan, perangkat ini menggunakan baterai lithium iron phosphate (LiFePO4) yang diklaim mampu melewati lebih dari 3.000 siklus pengisian daya.
Teknologi baterai tersebut ditujukan untuk penggunaan jangka panjang.
Infinix juga mengklaim tingkat kebisingan XENERGY S320 berada di bawah 30 dB.
Fitur tambahan lainnya berupa lampu LED dengan tiga tingkat kecerahan serta mode SOS yang dapat membantu ketika digunakan dalam kondisi darurat.
Harga Infinix XENERGY S320 dipatok Rp2.199.000 selama periode penjualan perdana.
Setelah masa promo berakhir, harga normalnya menjadi Rp2.499.000.
Infinix XENERGY L1000 Punya Baterai 1.000Wh dan Output 500W
Bagi pengguna yang membutuhkan pasokan energi lebih besar, Infinix menyediakan XENERGY L1000.
Model ini membawa baterai berkapasitas 1.000Wh dengan output daya hingga 500W.
Kapasitas tersebut membuat XENERGY L1000 menyasar kebutuhan yang lebih luas, seperti penggunaan perangkat elektronik di rumah, ruang kerja, maupun usaha kecil.
Meski demikian, perangkat yang digunakan tetap perlu disesuaikan dengan batas output 500W.
Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah dukungan Uninterruptible Power Supply (UPS).
Infinix mengklaim sistem ini memiliki waktu perpindahan daya otomatis kurang dari 20 milidetik ketika pasokan listrik utama terputus.
Dengan mekanisme tersebut, perangkat elektronik yang kompatibel dapat terus memperoleh pasokan listrik dari baterai saat terjadi pemadaman.
Fitur ini dapat membantu menjaga perangkat tertentu tetap beroperasi, meskipun kompatibilitas dan kebutuhan daya masing-masing perangkat perlu diperhatikan.
Untuk konektivitas, Infinix XENERGY L1000 menyediakan tujuh port output yang mencakup AC, USB-A, USB-C, dan DC.
Pengguna dapat memanfaatkan port tersebut untuk memasok daya ke beberapa perangkat sekaligus sesuai kemampuan sistem.
Kemampuan pengisian dayanya juga lebih tinggi dibandingkan model S320.
XENERGY L1000 mendukung input listrik AC hingga 1.000W serta pengisian menggunakan panel surya dengan daya hingga 400W.
Baterai LiFePO4 yang digunakan pada perangkat ini diklaim mendukung lebih dari 6.000 siklus pengisian daya.
Angka tersebut menjadi salah satu aspek yang ditawarkan Infinix untuk menunjang pemakaian dalam jangka panjang.
Harga Infinix XENERGY L1000 ditetapkan sebesar Rp5.999.000 selama periode penjualan perdana.
Harga tersebut sekitar Rp1 juta lebih murah dibandingkan harga normalnya.
Perbandingan Spesifikasi dan Harga Infinix XENERGY S320 vs L1000
Berikut perbandingan spesifikasi utama kedua power station portabel Infinix yang bisa menjadi pertimbangan sebelum membeli.
Spesifikasi
*Infinix XENERGY S320
Kapasitas baterai : 320Wh
Kapasitas dalam mAh : 100.000 mAh
Output AC : Hingga 200W
Jumlah port output : 9 port
Pengisian AC : 80W
Input panel surya : Hingga 100W
Jenis baterai : LiFePO4
Ketahanan siklus : Lebih dari 3.000 siklus
Fitur tambahan : Lampu LED dan mode SOS
Harga promo : Rp2.199.000
Harga normal : Rp2.499.000
*Infinix XENERGY L1000
Kapasitas baterai : 1.000Wh
Kapasitas dalam mAh : Tidak disebutkan
Output AC : Hingga 500W
Jumlah port output : 7 port
Pengisian AC : Hingga 1.000W
Input panel surya : Hingga 400W
Jenis baterai : LiFePO4
Ketahanan siklus : Lebih dari 6.000 siklus
Fitur tambahan : UPS dengan perpindahan daya kurang dari 20 milidetik
Harga promo : Rp5.999.000
Harga normal : Sekitar Rp6.999.000
Dari perbedaan tersebut, XENERGY S320 lebih ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan sumber daya portabel untuk perjalanan, camping, atau pekerjaan ringan.
Sementara itu, XENERGY L1000 menawarkan kapasitas baterai dan output lebih besar untuk kebutuhan energi yang lebih tinggi.
Perlu diperhatikan bahwa kapasitas baterai dalam Wh tidak sama dengan daya keluaran dalam watt.
Kapasitas 320Wh atau 1.000Wh menunjukkan jumlah energi yang tersimpan, sedangkan output 200W atau 500W menunjukkan batas daya yang dapat disalurkan pada suatu waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3Kota Semarang Berduka, Atlet Silat Ayudiah Rivana Tridiandinita Berpulang usai Ikuti Kejuaraan Porprov Jateng 2026
- 4LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 5UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 6Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 8Gempa GunungKidul 2 Menit Lalu, Gempa 5,2 M Guncang Gunung Kidul Malam Ini, Guncangan Terasa hingga Yogya, Bantul Sleman Pacitan Kediri
- 9GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 10Kronologi Atlet Pencak Silat Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Usai Operasi Cedera, Penyebab Masih Ditelusuri




