2.300 Luka dan 108 Tutup Usia Akibat Kecelakaan di Kota Semarang, Satpol PP Perbaiki Jalan Berlubang

JATENG.AKURAT.CO, Sepanjang tahun 2025, angka kecelakaan lalu lintas di Kota Semarang tercatat masih tinggi. Data kepolisian menunjukkan lebih dari 2.300 kasus korban luka akibat kecelakaan dan 108 di antaranya tutup usia. Demikian data yang dipublish Poleestabes Semarang.
Kondisi infrastruktur jalan yang rusak, termasuk jalan berlubang, menjadi salah satu faktor yang kerap memicu kecelakaan, terutama kecelakaan tunggal.
Beberapa insiden sebelumnya bahkan dilaporkan terjadi akibat pengendara menghindari lubang jalan hingga kehilangan kendali.
Di ruas-ruas padat seperti jalur tanjakan dan kawasan industri, lubang jalan menjadi ancaman nyata, khususnya pada malam hari atau saat hujan lebat.
Oleh sebab itu, sejumlah anggota Satpol PP Kota Semarang terlihat berjibaku di Jalan Gombel Lama.
Dengan sekop di tangan dan campuran pasir, semen, serta kricak di sisi jalan, mereka menutup lubang-lubang menganga yang selama beberapa hari terakhir meresahkan para pengguna jalan.
Jalan menanjak yang padat kendaraan itu menjadi salah satu titik rawan, terlebih saat hujan turun dan lubang tertutup genangan air.
Langkah cepat itu dilakukan Satpol PP melalui Posko Penanggulangan Bencana Alam (Posko PBA) sebagai bentuk respons atas laporan masyarakat. Jalan berlubang, meski tampak sepele, kerap menjadi awal petaka, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir, menyebut aduan warga terkait kondisi Jalan Gombel Lama meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kedalaman lubang yang tidak terlihat jelas membuat pengendara rentan terjatuh.
“Satpol PP sebagai bagian dari OPD Kota Semarang memperbaiki jalan tersebut semampu kami. Ini langkah darurat agar tidak ada korban,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Meski penambalan yang dilakukan belum menggunakan aspal dan hanya bersifat sementara, langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko kecelakaan. Lubang-lubang yang sebelumnya dalam dan berbahaya kini setidaknya tertutup dan bisa dilalui dengan lebih aman.
“Kami menambal menggunakan pasir, semen, kricak. Anggota turun langsung ke lapangan. Harapannya warga yang melintas merasa lebih aman dan nyaman. Lubangnya memang tidak besar, tapi sangat dalam dan berbahaya,” kata Kusnandir.
Bagi Satpol PP Kota Semarang, aksi ini bukan sekadar menutup lubang di jalan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga. Di tengah keterbatasan, mereka memastikan kehadiran pemerintah bisa dirasakan langsung, terutama dalam situasi yang berpotensi mengancam nyawa.
Satpol PP pun menegaskan kesiapsiagaannya untuk merespons berbagai kebutuhan darurat masyarakat. Tidak hanya persoalan ketertiban, tetapi juga keselamatan di ruang-ruang publik, termasuk jalanan yang setiap hari dilalui ribuan warga Ibu Kota Jawa Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










