Refleksi Infrastruktur Jateng 2025, Desalinasi Ubah Wajah Pesisir Pantura

JATENG.AKURAT.CO, Di Desa Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, air laut selama bertahun-tahun bukan sekadar pemandangan, melainkan sumber masalah.
Intrusi air asin merembes ke sumur warga, memaksa mereka membeli air bersih dari jarak jauh dengan harga mahal.
Kini situasi itu berubah. Warga dapat mengisi galon di desanya sendiri airnya jernih, tawar, dan aman untuk diminum, bahkan untuk susu bayi.
Perubahan itu terjadi berkat program desalinasi yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun pertama kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Enam unit mesin desalinasi dibangun di berbagai wilayah Pantura, mengubah air payau menjadi air minum siap konsumsi.
Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Pemprov Jawa Tengah, BUMD, dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sebagai pengembang teknologi.
Tiga unit dibangun oleh Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) masing-masing di Randusanga Kulon (Brebes), Banjarsari Kecamatan Sayung (Demak), dan Banyutowo Kecamatan Dukuhseti (Pati).
Satu unit dibangun BUMD Tirta Utama Jawa Tengah di Rusunawa Slamaran, Kota Pekalongan, serta dua unit lainnya di Demak dan Rembang melalui kolaborasi dengan Bank Jateng.
Kepala DPU BMCK Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyebut desalinasi sebagai solusi sederhana untuk persoalan kompleks wilayah pesisir.
“Prinsipnya sederhana, tapi manfaatnya sangat besar. Satu mesin bisa memproduksi sekitar 4.000 liter air per hari atau mencukupi kebutuhan sekitar 400 rumah per bulan. Artinya, satu unit cukup melayani satu desa,” ujarnya di Semarang, Senin (29/12/2025).
Air laut diolah melalui lima tahap: sand filter, membran reverse osmosis (RO), dua tahap karbon, dan penyinaran ultraviolet.
Hasilnya, air minum dengan total zat terlarut (TDS) hanya 62 mg/liter jauh di bawah ambang batas Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.
Pengelolaan mesin diserahkan kepada masyarakat melalui BUMDes, koperasi, atau kelompok pengelola air desa.
Air dijual sekitar 50 persen lebih murah dari harga pasar, sementara hasilnya digunakan untuk menutup biaya listrik dan perawatan.
Di Randusanga Kulon, Kepala Desa Affan Setyono bahkan membagikan air secara gratis selama satu bulan pertama.
“Ini air RO dari air payau, sehat. Kami siap mengelola dan menjualnya hanya untuk biaya operasional,” katanya.
Warga pun merasakan dampaknya langsung. Sri Hastutik, warga setempat, kini hanya membayar Rp 2.500 per galon, separuh dari harga sebelumnya.
“Dulu harus jalan hampir satu kilometer untuk beli air. Sekarang dekat dan murah. Airnya tidak asin, aman buat susu bayi,” ujarnya sambil menggendong balitanya.
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menilai desalinasi sebagai investasi sosial jangka panjang.
“Selain memenuhi kebutuhan dasar, air bersih berdampak pada penurunan stunting, perbaikan gizi, dan produktivitas UMKM. Kita bangga karena teknologi ini 100 persen karya anak bangsa dari Undip,” katanya.
Ia berharap konsep ini dapat diadopsi secara nasional, terutama bila proyek giant sea wall Pantura terealisasi dan kolam retensi dapat menjadi sumber air baku desalinasi.
Pakar desalinasi Undip, Prof. I Nyoman Widiasa, menyebut program ini sebagai contoh nyata collaborative governance. Pada 2026, Undip menyiapkan pengembangan desalinasi berbasis tenaga surya agar lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
“Dampak langsungnya air minum aman dan murah. Dampak jangka panjangnya kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan kelanjutan program ini. Dua unit tambahan direncanakan dibangun pada 2026 dengan alternatif lokasi di Tegal, Pemalang, dan Demak.
Di pesisir Jawa Tengah, air asin kini tak lagi sekadar membawa masalah.
Lewat teknologi, kolaborasi, dan kebijakan yang berpihak, laut berubah menjadi sumber harapan mengalir sebagai air kehidupan bagi masyarakat yang selama ini paling dekat dengan pantai, tetapi paling jauh dari akses air bersih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










