MENDADAK BERUBAH HALUAN! Dulu Anti Banget, Sekarang Elon Musk Malah Mau Kawinkan AI dengan Semua Bisnisnya! Ada Apa Ini?

JATENG.AKURAT.CO, Siapa yang nggak kenal Elon Musk? Miliarder nyentrik pemilik Tesla, SpaceX, dan Twitter X ini dulunya terkenal banget sebagai sosok yang skeptis alias nggak terlalu percaya sama perkembangan teknologi AI (Kecerdasan Buatan).
Bahkan, di beberapa kesempatan, Elon sering bilang kalau AI itu kayak "pedang bermata dua" yang bisa bikin manusia punah. Serem banget, kan?
Tapi, siap-siap kaget! Lewat cuitan terbarunya, tiba-tiba Elon Musk bikin pernyataan yang bikin heboh jagat maya.
Pria yang juga dijuluki Iron Man di dunia nyata ini bilang kalau dirinya udah terlalu lama menolak AI. Dan sekarang, adalah saatnya buat dia terjun sepenuhnya ke industri ini! Wow, perubahan 180 derajat!
Nggak cuma itu, Elon juga terang-terangan mengisyaratkan kalau dia bakal mengintegrasikan teknologi AI buatannya, yaitu Grok AI, ke semua bisnis miliknya!
Dari yang tadinya anti, sekarang malah jadi penggemar berat. Ada apa ya?
Dipuji Bos NVIDIA, Elon Dianggap Bukan Manusia Biasa!
Ungkapan "tobat" Elon ini ternyata berawal dari balasan cuitan yang me-mention Jensen Huang, CEO NVIDIA.
Jensen lagi bahas soal supercomputer yang dibangun Elon, yang katanya biasa butuh 3 tahun buat selesai. Tapi, Elon Musk bisa menyelesaikannya hanya dalam 19 hari! Gila, kan?
Jensen pun langsung melayangkan pujian setinggi langit, bilang kalau itu adalah dedikasi yang luar biasa.
Saking takjubnya, Jensen bahkan menyebut kalau pemilik Tesla ini bukan manusia biasa!
Nah, dari sinilah Elon kayaknya dapat pencerahan. Kalau dia bisa secepat itu, apalagi kalau dibantu AI?
AI di Tesla dan Twitter X, Gimana Kalau di SpaceX?
Rencana Elon buat mengintegrasikan AI buatannya ke bisnis lain tentu bikin sebagian orang mengernyitkan dahi.
Untuk Twitter X dan Tesla, mungkin masih bisa dibayangkan aplikasinya. Misalnya, AI buat feed yang lebih personal di Twitter X, atau autopilot yang makin canggih di Tesla.
Itu masih masuk akal dan bisa diaplikasikan dalam bentuk hiburan atau fitur yang membantu.
Tapi, gimana kalau di SpaceX? Sulit rasanya membayangkan teknologi AI dimaksud digunakan di sana.
Apa AI bakal jadi pilot roket? Atau yang lain? Tentu saja ini jadi pertanyaan besar yang bikin kita penasaran.
Apakah AI bakal membantu pendaratan roket yang lebih presisi, atau bahkan membantu misi ke Mars? Potensinya memang tanpa batas!
Perubahan pandangan Elon Musk terhadap AI ini jelas menarik perhatian.
Dari seorang skeptis garis keras, kini ia menjelma menjadi pendukung penuh AI dan bahkan ingin mengintegrasikannya ke dalam "kerajaan bisnis"-nya.
Bagaimana menurut kalian? Apakah langkah Elon ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan teknologi AI dan bisnis-bisnisnya?
Atau justru ada kekhawatiran tersembunyi di baliknya? Yuk, sampaikan pendapat kalian di kolom komentar!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










