Jateng

Syawalan dan Sedekah Laut, Warisan Budaya Pesisir yang Tetap Hidup di Desa Bungo

Theo Adi Pratama | 7 Mei 2025, 10:43 WIB
Syawalan dan Sedekah Laut, Warisan Budaya Pesisir yang Tetap Hidup di Desa Bungo

JATENG.AKURAT.CO, Suasana penuh suka cita dan nuansa sakral kembali mewarnai Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.

Tradisi Syawalan dan Sedekah Laut yang digelar setiap tahun pada momen lebaran ketupat atau hari ketujuh setelah Idul Fitri—dikenal warga sebagai “bakda Syawal”—kembali menghidupkan semangat kebersamaan dan rasa syukur masyarakat pesisir.

Tradisi ini merupakan bentuk kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan hasil laut yang melimpah.

Kegiatan dimulai sejak pagi dengan berbagai pentas seni budaya, manaqiban, doa bersama, serta pengajian yang dipimpin oleh pemuka agama.

Masyarakat dari berbagai penjuru desa turut hadir dan mengikuti dengan khidmat, menciptakan suasana religius yang berpadu harmonis dengan budaya lokal.

Puncak acara ditandai dengan prosesi larungan sesaji ke tengah laut. Kepala kambing, jajan pasar, kelapa muda, bubur, dan aneka makanan khas Lebaran dilarung ke lautan sejauh lima kilometer menggunakan perahu tradisional.

Uniknya, perahu-perahu tersebut dihias dengan warna-warni cerah, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi warga maupun pengunjung dari luar daerah.

Sebelum sesaji dilarung, pemuka agama memimpin doa di atas perahu, diiringi bacaan shalawat dan dzikir yang menambah kekhusyukan suasana.

Tradisi ini diyakini sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan permohonan keselamatan bagi para nelayan yang menggantungkan hidup dari laut.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak.

Hadir dalam prosesi tersebut antara lain Ketua Pimpinan Saka Pariwisata Kwarcab Demak, Ardhito Prabowo, Forkopimcam Kecamatan Wedung, Danramil 06/Wedung Lettu Inf Miftahul Alim, anggota Polsek Wedung, serta Kepala Desa Bungo, Imam Wahyudi.

Kepala Desa Imam Wahyudi menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran sedekah laut tersebut.

“Alhamdulillah, tradisi sedekah laut ini kembali bisa kita laksanakan dengan penuh semangat kebersamaan. Ini adalah wujud syukur kami kepada Allah SWT, semoga membawa berkah dan mempererat persatuan warga Desa Bungo,” ujarnya.

Danramil 06/Wedung, Lettu Inf Miftahul Alim, turut mengapresiasi kesadaran warga dalam menjaga ketertiban dan kekompakan selama acara berlangsung.

Ia menilai bahwa tradisi seperti ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan potensial dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

“Kegiatan ini bukan hanya bagian dari budaya, tetapi juga dapat menjadi ikon wisata pesisir Demak yang patut dipromosikan lebih luas,” ujarnya.

Dengan pelestarian yang konsisten dan dukungan lintas sektor, Syawalan dan Sedekah Laut di Desa Bungo bukan hanya memperkuat jati diri masyarakat pesisir, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata budaya di Kabupaten Demak. (adv-demak)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.