Waspada PMK, Pemkab Klaten Vaksinasi Ternak Sapi

JATENG.AKURAT.CO, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten melakukan vaksinasi ternak sapi.
Ini sebagai bentuk antisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kabupaten Klaten mendapatkan suplai 3.000 dosis vaksin dari pemerintah pusat yang telah disebar di lima posko.
Jatinom (750 dosis), Jogonalan (750 dosis), Karangnongko (750 dosis), Trucuk (500 dosis) dan Kota Klaten (250 dosis).
"Pembagian dosis ini kita sesuaikan dengan jumlah populasi ternak di wilayah tersebut," kata Kepala Bidang Peternakan DKPP Klaten Triyanto.
Total sudah ada sekitar 766 ekor sapi yang telah divaksin. Ditargetkan, di akhir Januari 2025 3.000 dosis vaksin sudah tersalurkan semua.
Sapi yang divaksin adalah yang kondisinya sehat. Karena ini adalah bentuk pencegahan.
Baca Juga: Kementan Gerak Cepat Tangani PMK, Lakukan Vaksinasi Massal Serentak Beberapa Propinsi Di Indonesia
Sebanyak 3.000 dosis vaksin tersebut ternyata baru setengah dari total yang diajukan Pemerintah Kabupaten Klaten.
"Kita mengajukannya 6.000 dosis. Untuk itu harapannya di akhir Januari ini dosis yang sudah ada di kami tersalurkan semua," katanya.
Berdasarkan data dari DKPP Kabupaten Klaten, kasus PMK di Kabupaten Klaten terhitung tanggal 22 Januari 2025 ada 210 dengan 9 kasus sudah sembuh.
Kasus PMK ditemukan di hampir seluruh wilayah di Kabupaten Klaten.
Namun terbanyak di Kecamatan Wedi, Bayat, Tulung dan sebagian kecil di Prambanan.
Mengenai aktivitas di pasar hewan, masih tetap normal seperti biasanya.
Sejauh ini tidak ada penutupan pasar hewan. Karena disana itu tidak hanya jual beli hewan ternak saja.
Baca Juga: Vaksinasi PMK di Desa Rejosari: Upaya Proteksi Ternak dari Penyakit Mulut dan Kuku
"Namun ada juga sarana prasarana untuk hewan maupun kandang termasuk warung makan. Hanya saja, dalam beberapa waktu terakhir kondisi pasar memang relatif sepi," jelasnya.
Salah satu ternak yang mendapatkan vaksin PMK ada di kandang kelompok Sedyo Rahayu Desa Granting Kecamatan Jogonalan.
Disana terdapat lebih dari seratus ekor ternak sapi.
Vaksin PMK ini disambut baik oleh peternak. Mengingat beberapa tahun lalu, banyak sapi di kandang kelompok tersebut yang terkena PMK. Bahkan ada yang mati.
"Ada khawatir juga. Karena dulu banyak yang mati karena kena PMK. Vaksin ini sangat membantu kami para peternak," ungkap Saharso.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










