Indonesia Resmi Miliki Produsen Komponen Baterai EV yang Diprediksi Bisa Melayani 3 Juta Kendaraan listrik di Dunia

Akurat.co - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marinvest) RI, Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan PT LBM Energi Baru Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Kawasan Industri Kendal (KEK-KIK) Kecamatan Kaliwungu, Selasa (7/10/2024).
"PT LBM Energi Baru Indonesia adalah pemain kunci rantai pasok LFP yang akan memberikan keuntungan 1,2 miliar dolar pertahun serta bisa membawa Indonesia menjari rumah ekosistem kendaraan listrik terintegrasi yang melayani kebutuhan 3 juta kendaraan listrik di seluruh dunia serta memberikan dampak positif bagi warga sekitar, yakni Kendal karena akan melahirkan 2000 lapangan pekerjaan baru," ujar Luhut dalam sambutan.
Luhut mengatakan bahwa PT LBM Energi Baru Indonesia akan menjadi produsen energi listrik terbarukan dan ramah lingkungan.
Dirinya juga bertermikasih kepada Indonesia Investment Authority (INA) yang sudah menunjukkan kredibilatsnya dalam meyakinkan investor dan korporasi global untuk berinvestasi di Indonesia.
"INA sendiri adalah sebuah konsorsium global yang bertujuan mengembangkan dunia investasi di Indonesia," tutur Luhut.
Kemudian Shi Jun Feng selaku CEO dan Presiden Direktur PT LBM Energi Baru Indonesia merasa terhormat karena mampu meluncurkan produk yang dibuat langsung di Indonesia.
"Kami berbahagia atas penandatanganan kerjasama investasi yang saling menguntungkan," ujarnya.
LBM technologi adalah produsen global yang terkemuka dalam memproduksi bahan katoda lithium feri phosphate untu memberikan solusi produksi batrai yabg efisien dan ramah lingkungan untuk kebutuhan rumah tangga dan kendaraan.
PT LBM Energi BarubIndonesia akan memproduksi lebih dari 160.000 ton pertahun dalam jangka panjang. PT LBM Energi Indonesia akan menjadi perusahaan produsen bahan katoda lithium fero phosphate (LFP) terbesar di dunia di luar China.
"Investasi ini mencerminkan visi jauh ke depan dan perencanaan yang matang. Investasi ini adalah hasil kerjasama strategis dari dua pemerintah Indonesia dan China," tutur Shi Jun Feng.
PT LBM Energi Baru Indonesia diklaim oleh Shi Jun Feng akan menjadi perusahaan atau pabrik dengan biaya oprasional rendah dan hasil maksimal serta paling efisien.
Ridha DM Wira Kusuma, Ketua Dewan Direktur Indonesia Investmen Authority (INA) yang membawa LBM Internasional menanamkan investasi ke Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya melakukan berbagai langkah rencana jangka panjang dan jangka pendek yang dilakukan bersama-sama oleh pemerintah beserta pihak swasta dalam menggali potensi investasi dalam negeri yang bisa ditawarkan ke investor global.
Investasi LBM ini, lanjut Ridha, bisa mengembangkan Industri EV yang masih kecil untuk terus bertumbuh.
"Investasi ini memunculkan optimisme sebagai embrio industri berteknologi tinggi di Indonesia," tandasnya.
Ridha mengatakan Investasi ini menjadi batu loncatan agar investasi global terus masuk ke Indonesia.
Kemudian Indonesia bisa menjadi pemain global dalam industri batrai EV dengan berdirinya pabrik ini.
"Karena kapasitas produksinya yang sangat besar mencapai 120.000 ton pertahun dan Investasi lebih dari 200.000 juta dolar," tutup Ridha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










