Jateng

Sewa Lapak Naik Siginifikan, Pedagang Pujasera Ngaliyan Resah, Sudah Lapor Walikota

Theo Adi Pratama | 9 September 2024, 14:09 WIB
Sewa Lapak Naik Siginifikan, Pedagang Pujasera Ngaliyan Resah, Sudah Lapor Walikota

Akurat.co – Paguyuban Pedagang Pujasera Ngaliyan saat ini merasa resah dengan kenaikan sewa yang sangat tinggi.

Raditya selaku Ketua paguyuban Pedagang Pujasera Ngaliyan mengatakan harga sewa saat ini adalah Rp 130.400.000,00 pertahun.

“Kenaikannya tinggi sekali, dari Rp 50.300.000,00 sekarang menjadi Rp 130.400.000,00 pertahun. Kalau dihitung sewa per orang dari Rp 1.900.000,00 menjadi Rp Rp 5.100.000,00,” ujarnya saat diwawancara pada Senin (9/9/2024).

Kenaikan tersebut, kata Raditya, dirasakan oleh pedagang sangat tinggi sehingga dirinya sudah mengajukan keringanan ke BPKAD Kota Semarang namun dilimpahkan kewenangannya ke Kecamatan Ngaliyan.

“Pajak sewa lahan kenaikannya terlalu tinggi. Jadi pedagang pujasera mearasa keberatan. Kita sudah pengajuan minta keringanan. Kita sudah pengajuan keringanan ke BPKAD tapi dilimpahkan ke Kecamatan Ngaliyan, tapi nominalnya belum bisa turun,” jelasnya.

Atas kesulitan mengajukan keringana tersebut, Raditya sudah melakukan permohonan secara tertulis atau dengan surat resmi kepada Walikota Semarang dan Sekretaris daerah Kota Semarang.

“Kita juga sduah mengajukan keringanan ke Bu wali dan Pak Sekda. Padahal kondisi ekonomi lagi sulit,” tuturnya.

Raditya mengatakan kenaikan ini disebabkan karena pelimpahan dari Pemkot yang dulu mengelola lahan ini dan sekarang dikelola oleh Kecamatan Ngaliyan.

“Dulu waktu pembayarannya kita ke BPKAD, nah sekarang pembayarannya ke Pemerintah Kecamatan Ngaliyan,” ungkapnya.

Kemudian Raditya mengatakan pula bahwa bangunan Pujasera Ngaliyan sudah direnovasi. Namun renovasi bangunan pujasera Ngaliyan ini dibangun mandiri oleh pedagang tidak ada bantuan sama sekali dari pemerintah.

“Total anggaran renovasi ini Rp. 155.000.000,00 hasil iuran dari seluruh pedagang. Bahkan untuk renovasi ini kami pinjam di perorangan dengan tenor sampai 2 tahun,” tuturnya.

“Semua anggota paguyuban pujasera Ngaliyan tanda tangan terus kita minta tenor 2 tahun itu. Nah saat ini pembayaran hutang itu masih 7 angsuran lagi,” ujarnya.

Raditya menghitung bahwa setiap pedagang sekali angsur perlapak dikenakan Rp 300.000,00 dari total jumlah lapak ada 26.

“Pokoknya kita berusaha mencari keringanan terus,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.