Jateng

PT Roda Pasifik Mandiri Resmikan Pembangunan Pabrik Sepeda dan Motor Listrik di Semarang, Produksi 1,5 Juta Unit Per Tahun

Afri Rismoko | 3 Mei 2024, 15:03 WIB
PT Roda Pasifik Mandiri Resmikan Pembangunan Pabrik Sepeda dan Motor Listrik di Semarang, Produksi 1,5 Juta Unit Per Tahun

AKURAT.CO, PT Roda Pasifik Mandiri (RPM) hari ini meresmikan pembangunan pabrik baru mereka yang mengkhususkan produksi sepeda dan motor listrik di Kawasan Industri Terboyo, Genuk, Semarang, Kamis (2/5/2024).

Acara ground breaking ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai pihak, termasuk Camat Genuk, Suroto, yang mengapresiasi keberanian perusahaan dalam membangun fasilitas modern di kawasan yang dikenal rawan banjir.

"Kami sangat berterima kasih karena PT RPM memilih untuk tetap di Terboyo, di mana banyak industri lainnya memilih untuk pindah," ujar Suroto.

Beliau juga menambahkan bahwa pembangunan Tol Semarang-Demak yang diharapkan selesai dalam waktu dekat akan membantu mengurangi masalah banjir di area tersebut.

Baca Juga: Berikut Jadwal Lengkap Pertandingan Liga 3 Putaran Nasional Babak 80 Besar, Jumat 3 Mei 2024

Pabrik yang akan menelan biaya investasi sekitar Rp 400 miliar ini direncanakan akan memiliki kapasitas produksi hingga 1,5 juta unit per tahun, dengan komposisi 70 persen sepeda listrik dan 30 persen motor listrik.

“Tahun ini kami targetkan produksi antara 800 ribu hingga 900 ribu unit, dan dengan pabrik baru kami berharap bisa meningkatkan kapasitas tersebut," jelas Cahyanto Joko Rahardjo, Manajer Pemasaran PT RPM.

Yu Weng Kiang, Presiden Direktur PT RPM, menyatakan bahwa pabrik baru ini adalah kelanjutan dari pengembangan Pacific Bike yang telah berdiri sejak 1995 dan beralih fokus pada sepeda listrik pada tahun 2022.

"Pembangunan ini adalah bagian dari visi kami untuk mendukung industri nasional dan menciptakan lapangan pekerjaan," ujar Yu Weng Kiang.

Baca Juga: Efek Kemenangan Prabowo-Gibran Sebagai Kekuatan Sudaryono Menangkan Pilgub Jateng 2024

Pabrik tiga lantai ini diperkirakan akan selesai dalam waktu 20 bulan, dengan konstruksi baja yang dibuat secara custom di Vietnam.

Pembangunan ini akan melibatkan tiga kontraktor utama, yaitu CV Karya Yasa Sumber Rezeki, PT Dwi Berkah Arga Kencana, dan Best Metal Building (BMB) & A JSC.

Selain itu, PT RPM juga mendapat dukungan dari pemerintah dalam bentuk insentif bea masuk, perpajakan, dan perizinan melalui Kepres 55 Tahun 2019.

Kebijakan ini diharapkan dapat memacu lebih banyak lagi pembangunan pabrik sepeda dan motor listrik di Indonesia, sejalan dengan Inpres Nomor 7 Tahun 2022 yang mendorong penggunaan kendaraan listrik di instansi pemerintah.

Pabrik baru PT RPM diharapkan tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus tumbuh serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci di industri kendaraan listrik regional.

 
 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A