Jateng

Sinergisitas Seluruh Lapisan Masyarakat: Kunci Pemberdayaan Daerah melalui Proyek WIPI yang Diinisiasi BINUS Semarang

Theo Adi Pratama | 20 Maret 2024, 11:10 WIB
Sinergisitas Seluruh Lapisan Masyarakat: Kunci Pemberdayaan Daerah melalui Proyek WIPI yang Diinisiasi BINUS Semarang

AKURAT.CO, Konsep sinergisitas antara seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama dalam pemberdayaan daerah, terutama jika pembangunan berorientasi pada nilai-nilai keberlanjutan yang telah ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Sustainable Development Goals (SDGs).

Untuk mewujudkan hal ini, model pentahelix harus dijalankan secara optimal, menggabungkan unsur pemerintah, bisnis, akademisi, masyarakat, dan media.

Sejalan dengan prinsip ini, BINUS @Semarang memulai inisiatif proyek "WIPI" atau Wisata Pinter.

Baca Juga: Staycation for Elderly : Solusi Nyaman untuk Liburan Lebaran Bersama Lansia di Rumah Sakit Elisabeth Semarang

Proyek ini diharapkan dapat menjadi wahana pengembangan potensi wisata di wilayah Jawa Tengah.

Dr. Bambang Dwi Wijanarko, S.Si., M.Kom., selaku Deputy Campus Director ARSD BINUS @Semarang, menjadi motor penggerak proyek ini, melibatkan para Faculty Member dalam pelaksanaannya.

Menurut roadmap proyek, wilayah-wilayah seperti Kota dan Kabupaten Semarang, Kota Surakarta, Kota Tegal, Kota Pekalongan, dan Cilacap akan menjadi titik implementasi WIPI.

Namun, eksekusi pertama proyek ini akan difokuskan terlebih dahulu di Kota dan Kabupaten Semarang.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Kereta Api Sumatera, Masinis Terjepit dan Penumpang Selamat PT KAI Gugat Ganti Rugi

Realisasi proyek WIPI juga merupakan implementasi dari integrasi Catur Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi pedoman oleh BINUS University.

Semua kegiatan yang terlibat dalam proyek ini akan diintegrasikan dengan kewajiban para Faculty Member, baik dosen maupun mahasiswa, untuk mengajar, meneliti, berkontribusi pada masyarakat, dan mengembangkan diri di tengah masyarakat.

Nur Sitha Afrilia, koordinator Research & Community Development BINUS @Semarang, menjelaskan bahwa realisasi WIPI akan disesuaikan dengan tanggung jawab pengabdian dosen dan mahasiswa, serta disesuaikan dengan kompetensi bidang masing-masing.

Sebagai contoh, kegiatan pertama yang akan dilaksanakan di Kampung Seni Kota Semarang akan melibatkan para dosen dalam memberdayakan potensi masyarakat setempat di bidang digital marketing & digital branding dari program studi Digital Business, DKV, dan Information System BINUS @Semarang.

Baca Juga: Mari Kita Uji Kemampuan Berpikir dan Kemampuan Logika Anda dengan 5 Pertanyaan Sederhana Dibawah Ini, Apakah Bisa Menjawab?

Mahasiswa juga akan terlibat untuk membantu pembelajaran komunikasi dalam bahasa Inggris agar masyarakat setempat lebih siap menyambut wisatawan asing yang berkunjung.

Realisasi proyek WIPI membutuhkan waktu dan konsistensi dari semua pihak terlibat. Oleh karena itu, kerja sama yang kuat dengan berbagai pihak, terutama pemerintah dan industri, diperlukan untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat melalui proyek Wisata Pinter ini.

Sinergisitas ini menjadi kunci utama dalam menggerakkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.