Relawan PKH Sayung Gelar Rakor dan Napak Tilas Camat di Makam Syeh Mudzakir

AKURAT.CO, Kelompok Relawan Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sayung Kabupaten Demak melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Camat Sayung dan perwakilan pemerintah kecamatan, Kamis (7/3/2024).
Uniknya, Rakor tersebut dilakukan sembari melakukan ziarah ke makam Syeh Mudzakir, salah satu ulama dan tokoh spiritual yang memiliki pengaruh besar di pesisir Demak.
Ziarah ini dilakukan dengan menggunakan perahu, perahu tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat pesisir.
Dalam rakor tersebut, dibahas berbagai isu dan program pemerintahan yang berkaitan dengan PKH, seperti bisnis proses, kebijakan, dan alokasi dana.
Koordinator kabupaten PKH Demak, Musyafak, mengatakan bahwa Rakor ini merupakan cara yang berbeda dan menarik untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberkahan peserta PKH.
"Kami mendukung kegiatan ini karena dengan pola berbeda, semoga dengan ditempat yang baik ini tempatnya makam wali kedepannya bisa membawa keberkahan dan lebih baik lagi," kata Musyafak.
Ia juga menyampaikan bahwa PKH memiliki berbagai program yang dapat membantu peserta PKH menjadi lebih mandiri dan berdikari, seperti program kube PKE, bantuan Pena, dan lain-lain.
"Meliputi kube PKE untuk demak mendapatkan alokasi 46 kube, sedangkan wilayah sayung dapat 7 kube, dan juga KPM berdikari lewat bantuan Pena agar supaya KPM PKH bisa sejahtera kedepannya," ujarnya.
Camat Sayung, Sukarman, yang diwakili oleh Seksi Kesra, Saean, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini.
Baca Juga: Polres Purworejo Tangkap Seorang Pria Pengedar Narkoba di Kontrakan Temannya
"Saya berharap bisa dirutinkan apel wajib setiap hari senin, dan terus melakukan koordinasi secara rutin kepada Kesra. Saya juga berdoa semoga PPKH Sayung tambah sukses dan jaya kedepannya," katanya.
Selain itu, Koordinator kecamatan PKH Sayung, Agus Romli, menjelaskan bahwa ziarah ke makam Syeh Mudzakir dan menyisir sungai menggunakan perahu ke dukuh Senik yang masih wilayah Bedono atau Morosari adalah cara untuk mengenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada para peserta PKH.
"Ini adalah cara untuk mengenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada para peserta PKH," tuturnya.
Baca Juga: Penghilangan Tabulasi Perolehan Suara Pada Sirekap Ditanggapi Pro dan Kontra oleh Masyarakat
Ia berharap agar PKH dapat mengambil hikmah dan teladan dari Syekh Abdullah Mudzakir, yang dikenal sebagai sosok yang zuhud dan dianggap keramat karena tidak terkikis diterjang pasang surut air laut atau masyarakat percaya makam itu mengapung dan tidak akan pernah tenggelam walau pasang air laut tinggi.
"Beliau adalah ulama yang sangat dihormati dan dicintai oleh masyarakat pesisir. Semasa hidupnya beliau melakukan syiar di wilayah pesisir dan sangat berjasa dalam pembangunan akhlak warga setempat, baik dalam ilmu agama maupun tradisi yang diajarkan. Semoga kita bisa meneladani beliau dan mendapatkan berkah dari beliau," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










