Jateng

PMI Gerak Cepat Terjunkan Relawan ke Titik-titik Banjir Grobogan

Theo Adi Pratama | 6 Februari 2024, 11:59 WIB
PMI Gerak Cepat Terjunkan Relawan ke Titik-titik Banjir Grobogan

AKURAT.CO, Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah menerjunkan sejumlah personel relawan ke daerah terdampak banjir di Kabupaten Grobogan.

Humas PMI Jateng, M Nasir mengatakan sejak pagi hari Selasa (6/2/2024) tim gawat darurat telah melakukan perjalanan ke titik-titik lokasi terdampak banjir.

"PMI Jateng dan PMI Grobogan sudah gerak, bisa kontak kasi pelayanan, namanya Gesit," ujar Nasir saat dihubungi.

Baca Juga: Banjir Grobogan, BPBD Laporkan Lahan Pertanian dan Pemukiman Terdampak Luapan Sungai Jragung

Dilaporkan sebelumnya, situasi terkini banjir besar di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan cukup mengkhawatirkan.

Pada Selasa pagi (6/2/2024) beredar video ada beberapa rumah yang ambrug tersapu arus banjir yang sangat deras dari luapan aliran Sungai Tuntang.

Sungai Tuntang sendiri mengalir hingga ke pusat kota Kabupaten Demak melalui Kecamatan Kebonagung, Wonosalam, Dempet, hingga Demak Kota.

Baca Juga: Akses Jalan Gubug - Grobogan Terputus, Ini Jalur Alternatif Menghindari Macet Akibat Banjir Kali Tuntang

Banjir besar yang melanda Kabupaten Grobogan telah menyebabkan beberapa jalur transportasi utama di Jawa Tengah tidak dapat dilalui.

Pengendara di wilayah Semarang dan Purwodadi kini menghadapi kendala perjalanan akibat beberapa jalan yang terblokir.

Berdasarkan informasi terkini, jalur Semarang-Purwodadi tepatnya di Gubug tidak bisa dilewati.

Situasi yang sama terjadi pada jalur Kedungjati Gubug di area Gardusili dan jalur Ngroto Jeketro, di mana jembatan Ngroto kini tidak dapat dilintasi.

Baca Juga: Banjir Grobogan Merendam Jalur Kereta Api Semarang - Surabaya, KAI Daop 4 Berikan Pelayanan dan Penyesuaian Operasional

Hingga saat ini, dilaporkan pula ada 29 desa terdampak yang tersebar di Kecamatan Kedungjati, Gubug, Tegowanu, Godong, Penawangan, Purwodadi. Kemudian Toroh, Geyer, Tegowanu, Tawangharjo, dan Tanggungharjo.

Sungai-sungai itu meluap karena tidak mampu menampung debit air saat hujan, Senin malam (5/2/2024).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.