Jateng

Banjir Grobogan, Ratusan Rumah Terendam Akibat Luapan Kali Tuntang

Afri Rismoko | 6 Februari 2024, 10:15 WIB
Banjir Grobogan, Ratusan Rumah Terendam Akibat Luapan Kali Tuntang

 

AKURAT.CO,  Banjir besar yang dipicu oleh hujan deras dan luapan Kali Tuntang telah menyebabkan luapan air yang signifikan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Dampak yang meluas ini telah menyebabkan 29 desa di berbagai kecamatan seperti Kedungjati, Gubug, Tegowanu, Godong, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Geyer, Tawangharjo, dan Tanggungharjo terendam.

Kecamatan Kedungjati, yang paling parah terdampak, melaporkan delapan desanya telah terendam.

Baca Juga: Kronologi Banjir Kabupaten Grobogan 05 Februari 2024

Banjir juga telah merambah ke wilayah perkotaan Purwodadi, menenggelamkan desa dan kelurahan termasuk Purwodadi, Kalongan, Candisari, Ngraji, dan Cingkrong.

Perumahan Permata Hijau menjadi salah satu area yang paling terdampak, dengan 120 unit rumah terendam air dengan ketinggian yang bervariasi antara 40 hingga 60 cm.

Sementara itu, warga di Kampung Banaran dan Kebondalem mengalami genangan air setinggi 30 hingga 50 cm, mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang signifikan di Jalan Raya Dr. Sutomo dan Simpang Lima Purwodadi.

Baca Juga: Banjir Kali Tuntang Putus Akses, Gubug- Grobogan Lumpuh

Situasi menjadi lebih genting di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, di mana jebolnya sungai Jajar di Karangrayung menyebabkan banjir di sawah dan perumahan warga.

Di Dusun Jono Krajan, Desa Jono Krajan, Kecamatan Tawangharjo, ketinggian air mencapai hingga 100 cm, merendam jalan-jalan perkampungan dan rumah-rumah penduduk.

BPBD Grobogan terus melakukan pendataan dan pengukuran untuk memahami skala kerusakan serta jumlah warga yang terdampak.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena tingkat air di beberapa wilayah masih berpotensi meningkat dan jumlah wilayah terdampak bisa bertambah.

Banjir ini merupakan hasil dari hujan deras pada tanggal 5 Februari, yang diperburuk oleh tidak mampunya sungai Lusi, Serang, dan Tuntang menampung air lebih banyak.

Dalam menghadapi kondisi yang masih dinamis, BPBD mengajak warga untuk bersama-sama merespons situasi dengan tanggap dan tangguh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A